Banda Aceh—Pemerintah Aceh diharapkan agar serius membenahi kualitas pendidikan yang dinilai masih tertinggal jauh dengan provinsi lainnya di Indonesia, kata aktivis LSM TAF Haikal.

“Peringkat pendidikan Aceh pernah menempati urutan ke dua paling terakhir dari 33 provinsi di Indonesia, ini sangat memalukan padahal 20 persen keuangan di APBA dialokasikan untuk pendidikan,” katanya di Banda Aceh, Minggu (5/5).

Selain dana dari APBA, sekitar Rp10 triliun dana pembagian migas setiap tahunnya juga dialokasikan untuk peningkatan pendidikan di Provinsi Aceh.

“Banyaknya alokasi anggaran untuk pendidikan itu juga telah mengakibatkan anggaran tidak mampu diserap hingga 100 persen, tapi tingkat prestasi pelajar juga masih terpuruk,” kata TAF Haikal.

Terpuruknya prestasi pelajar di Aceh hendaknya menjadi bahan evaluasi dan intropeksi bagi dinas terkait untuk membenahi berbagai kekurangan.

“Kenapa pendidikan Aceh terpuruk, tentu karena salah urus dan Pemerintah Aceh tidak boleh tinggal diam. Harus ada upaya yang lebih serius untuk mengejar ketertinggalan,” kata juru bicara Kaukus Pantai Barat Selatan (KPBS) Aceh itu.

Mantan Direktur Eksekutif LSM Aceh itu juga berharap adanya peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Menurutnya, peran guru menjadi ujung tombak untuk merubah dunia pendidikan yang hingga hari ini masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain terutama di pulau jawa.

“Tidak sedikit pelajar kita yang kalah bersaing saat memasuki perguruan tinggi terkemuka,” katanya menambahkan.[ant]

Komentar