IMG 20211201 WA0001

PM, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh secara resmi menandatangani Kesepakatan Pengalihan Status Penggunaan Barang Milik Negara (BMN) antara kedua kampus.

Wakil Rektor II USK, Agussabti mengatakan, salah satu kesepakatan antara kedua kampus tersebut yaitu pagar tapal batas yang sebelumnya sempat ditutup, akan segera dibongkar.

“Dalam hal sudah dipagar tembok agar dibongkar,” kata Agussabti di Lapangan Tugu Kopelma Darussalam, Rabu, 1 Desember 2021.

Dia menuturkan dalam kesepakatan itu kedua belah pihak juga tidak akan menutup akses jalan di kawasan kampus. Seluruh jalan akan terbuka bagi bagi mahasiswa dan civitas academika yang menggunakannya.

“Akses-akses jalan di dalam lahan para pihak tidak boleh ditutup, tetap terbuka untuk digunakan oleh mahasiswa dan civitas akademika para pihak,” jelasnya.

Seperti diketahui, USK telah sejak 2016 membangun pagar pembatas dengan lingkungan sekitar. Awal mula pembangunan pagar dilakukan di sekitat Jalan Inong Balee dan Kopelma.

Belakangan, USK turut membangun pondasi pagar pemisah antara kampus tersebut dengan UIN Ar Raniry, menyusul kisruh tapal batas antara dua perguruan tinggi yang berpusat di Darussalam tersebut. USK bahkan meminta UIN membongkar gedung asrama putri dan asrama putra UIN yang diklaim berada di atas tanah Universitas Syiah Kuala.

Pembangunan tembok tersebut kemudian menuai polemik dari berbagai pihak, yang berujung pada keluarnya petisi di Change.org.

Komplek Pelajar dan Mahasiswa atau populer disingkat “Kopelma” Darussalam berdiri sejak 1959, yang terdiri dari tiga perguruan tinggi yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) Tgk Chik Pante Kulu. Tanah tempat didirikan kampus ini juga berasal dari sumbangan ikhlas wakaf warga sekitar.

Kopelma Darussalam dikelilingi oleh empat kampung, yakni Gampong Tungkop, Gampong Limpok, Gampong Tanjung Selamat dan Gampong Rukoh sehingga kawasan “baru” Gampong Kopelma Darussalam ini menjadi wilayah yang dapat diakses bersama oleh warga setiap hari guna melewati jalan utama Jl Teuku Nyak Arief untuk menuju ke kota atau bandara melalui Gampong Tungkop.[]