Screenshot 49
Vice President Investor Relations PT Telkom Indonesia, Edwin Julianus Sebayang, saat memberikan paparan dalam kegiatan Telkom Heard on The Street: Bedah Bisnis Telkom di Universitas Syiah Kuala, Senin (20/2/2023). [Dok. USK]

PM, Banda Aceh – PT Telkom menggelar kegiatan ‘Telkom Heard on The Street: Bedah Bisnis Telkom’ di Universitas Syiah Kuala, Senin (20/2/2023).

Kegiatan untuk mengedukasi mahasiswa USK terkait literasi keuangan atau bisnis tersebut, dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Mustanir di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USK.

Adapun pemateri dari kegiatan ini adalah Vice President Investor Relations PT Telkom Indonesia, Edwin Julianus Sebayang dan Asistent Vice President Shareholder Relations PT Telkom Indonesia Dr. Ahmad Faisal.

Pada kesempatan ini, Edwin berterima kasih atas kesediaan USK memfasilitasi program edukasi PT Telkom ini. Dirinya mengungkapkan, program Telkom Heard on The Street telah dilaksanakan pada beberapa kota di Indonesia. Lalu saat ini, tiba di Aceh dan akan lanjut ke provinsi lainnya di Indonesia.

Dirinya mengatakan, Telkom Heard on The Street ini bertujuan untuk memberikan pencerahan terkait literasi keuangan kepada para mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan literasi keuangan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa, khususnya teman mahasiswa merupakan investor baru masa depan, sehingga lebih mendekat diri kepada PT Telkom,” ucapnya.

Selanjutnya, Prof. Mustanir juga turut menyambut baik kegiatan literasi keuangan seperti ini karena dapat mendorong mahasiswa untuk lebih dekat pada dunia bisnis. Hal ini menjadi penting agar mereka terbuka wawasanya terhadap dunia wirausaha.

Apalagi saat ini USK menargetkan, mahasiswanya untuk bisa lebih mandiri secara finansial meskipun masih berstatus mahasiswa. Untuk itulah, dirinya menilai program Telkom Heard on The Street merupakan peluang besar bagi mahasiswa USK untuk mengenal lebih jauh dunia bisnis, maupun PT Telkom sebagai salah satu perusahan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

“Karena kita ingin, dua semester sebelum tamat mahasiswa USK sudah bisa berpenghasilan. Jadi ketika tamat, mereka tidak lagi bingung harus kerja di mana,” ucapnya.

Selanjutnya, Mustanir juga mengajak para mahasiswa khususnya mahasiswa bidikmisi untuk lebih bijak dalam mengelola keuangannya. Mengingat selama ini pemerintah telah memberikan beasiswa bidikmisi atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp. 1.250.000/bulan kepada mereka.

“Uang itu harus dikelola dengan baik, jangan semuanya untuk biaya konsumtif. Tapi kalian bisa gunakan untuk hal produktif sebagiannya,” pesan Mustanir. [*]