Irwandi Setia Budi
Irwandi - Setia Budi

“Saya menginginkan Teuku Setia Budi mau menjadi wakil saya. Saya mengharapkan beliau bersedia. Saya ingin memperbaiki pemerintahan, dan saya nilai beliau orang yang tepat.”

Statmen itu dikeluarkan Irwandi Yusuf saat ditanyakan siapa calon wakil gubernur pilihannya. Mantan pentolan GAM ini menilai, sosok Setia Budi sebagai calon ideal untuk mendampinginya. Bahkan, ia mengaku sudah mengirimkan pesan kepada mantan Sekda Aceh tersebut melalui orang dekat Setia Budi.

Setia Budi adalah mantan Sekda Aceh yang dilantik pada 2010 menggantikan pejabat lama, Husni Bahri TOB. Kala itu Gubernur Aceh masih dijabat Irwandi Yusuf.

Irwandi menjatuhkan pilihan pada Setia Budi karena kemampuan dirinya memahami tata kelola pemerintahan. Menurut Irwandi, ia sudah lama menginginkan wakilnya dari kalangan birokrat.

Meski secara terbuka telah meminta Setia Budi, Irwandi ternyata belum pernah bertemu langsung dengan mantan bawahannya itu. “Saya belum bertemu langsung untuk membahasnya. Kalau nanti jawabannya nggak bersedia, awai that putoeh film,” ujarnya sambil tertawa. “Intinya, saya sangat berharap pak Setia Budi mau menjadi wakil saya.”

Diakuinya, secara popularitas Setia Budi memang kurang dikenal publik. Namun ia tak mempermasalahkan. Menurut Irwandi, dengan dukungan rakyat saat ini kepadanya, Setia Budi tak perlu memikirkan perihal kerja politik jika keduanya maju dalam satu paket.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait permintaan Irwandi, Setia Budi menolak berkomentar. “Saya sedang berada di luar rumah, dan tak bisa memberikan jawaban tersebut. Ini masalah sangat sensitif,” ujarnya buru-buru menutup telepon.

Sementara terkait kendaraan politiknya, Irwandi mengaku masih menunggu Partai NasDem. Irwandi lantas mempertanyakan kebijakan NasDem yang hingga saat ini belum juga mempublis hasil survei Cagub yang sempat ia ikuti. Menurut kabar ia terima, ada upaya dari partai yang dinakhodai Zaini Djalil selaku ketua DPW NasDem Aceh untuk menunda pengumuman hingga bulan Agustus.

“Saya menghormati NasDem. Saya sudah mendaftar ke NasDem dan sudah bertemu dengan Ketua Umum Surya Paloh. Maka saya menunggu NasDem, namun saat saya tahu mereka ingin mengumumkan pada bulan Agustus nanti, saya anggap ini akal-akalan saja,” ujarnya dengan nada tinggi.

Komentar