Ilustrasi. (Netralnews)

Jakarta – Tindakan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang melakukan investigasi atas murid-murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang mengibarkan bendera tauhid menuai kritikan. Salah satunya datang dari ketua bidang tarbiyah PP Persatuan Islam (Persis), Irfan Saprudin.

Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) berlebihan dalam menyikapi kejadian pengibaran bendera tauhid tersebut. Apalagi, kejadian tersebut berlangsung di lingkungan institusi pendidikan.

Kalaupun murid MAN kemudian mengibarkan bendera tauhid, lanjut dia, Kemenag tidak perlu berlebihan merespons. Irfan bahkan mempertanyakan status bendera tauhid itu sendiri.

Mengapa bendera yang mengandung lafaz “Laa Ilaaha Ilallah” kerap dikaitkan dengan organisasi yang telah dibubarkan, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Irfan juga mempersoalkan, apakah selama eksistensinya HTI pernah berbuat kejahatan atau berupaya menggulingkan pemerintah yang sah.

“Jadi menurut saya, dikibarkannya bendera tauhid jangan terlalu ‘kebakaran jenggot.’ Dalam hal ini, Kemenag bisa dianggap berlaku berlebihan, seperti berhadapan dengan organisasi terlarang dan sangat mengancam,” kata Irfan.

Ia menuturkan, pendekatan yang semestinya dilakukan terhadap anak-anak didik adalah metode edukasi. Selain itu, pendekatan juga menyasar sisi sosiologis dan psikologis.

Lembaga-lembaga pendidikan di bawah arah Kemenag pada intinya hendak mengantarkan siswa-siswi menjadi insan yang cerdas, berakhlakul karimah, dan penjaga NKRI yang meneruskan muru’ah perjuangan para pendiri bangsa.

“Tidak perlu takut, apalagi (sampai) melakukan tindakan represif. Kalau takut sama HTI, itu sudah mati (dibubarkan). Negara ini lebih kuat dari organisasi tersebut,” ujarnya.

Karena itu, ia mengatakan Kemenag harus memosisikan diri sebagai lembaga yang memberikan kedamaian dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Selain itu, ia mengingatkan agar Kemenag menghindari timbulnya respons yang negatif dari masyarakat.

“Kembalikan Kemenag dengan jati dirinya, yaitu beramal dengan ikhlas,” tambahnya.

Sebelumnya, foto sejumlah siswa MAN mengibarkan bendera tauhid beredar viral di media sosial. Di dalam foto itu, siswa mengibarkan bendera tauhid berwarna dominan hitam serta bertuliskan kalimat tauhid, “Laa Ilaaha Illallah, Muhammad Rasulullah.” Tepat di sebelah pengibar bendera itu, terdapat siswa lain yang mengusung bendera Merah Putih.

Sumber: Republika

Komentar