Gurita asi yang dijual di pasar ikan asin Leupueng, Aceh Besar.
Gurita asi yang dijual di pasar ikan asin Leupueng, Aceh Besar. Fauzan Backpain

PM, Jantho – Sebanyak 4 ton gurita asal Pulo Aceh, Aceh Besar, setiap minggu diekspor ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan di Negara itu.

“Selama ini 4 ton ikan gurita Pulo Aceh diekspor ke luar yakni Arab Saudi,” kata Camat Pulo Aceh, Munzir BA, kepada wartawan, Senin (15/1).

Menurut Munzir, nelayan atau masyarakat Pulo Aceh selama ini lebih senang menjual gurita hasil tangkapnnya ke luar Negeri karena harga jual lebih mahal.

“Selama ini ada penampung yang membeli dengan harga lebih mahal. Sehingga nelayan lebih senang menjual ke luar. Makanya sekarang gurita kering langka di Pulo Aceh,” ucap Munzir.

Selain ke Arab Saudi, kata dia, gurita Pulo Aceh juga diekspor ke Singapura dan beberapa Negara tetangga lainnya. “Selain ke luar negeri, gurita Pulo juga dibawa ke Medan. Setiap minggu bisa 1 ton permintaan di Sumut,” tambahnya.

Lanjut dia, tingginya permintaan pasar terhadap gurita asal Pulo Aceh, membuat warga di beberapa desa seperti Paloh, Blang Situngkoh, Serpung, Lapeng dan beberapa desa lainnya saat ini menjadi pencari gurita. Dalam sehari, sambungnya, warga mampu menangkap 10 kg per orang dan 80 Kg nelayan yang menggunakan kapal.

“Ini bagus juga untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulo Aceh, meskipun belum menghasilkan pemasukan bagi kecamatan,” pungkasnya, seraya mengatakan selain gurita juga lopster asal Pulo Aceh juga dikirim ke luar daerah.()

 

Komentar