https asset kgnewsroom com photo pre 2023 09 25 b74f5e7f e1bc 4607 a2c2 95b1b134eafc jpg
DOK KOMUNITAS PEREMPUAN PEDULI LINGKUNGAN Warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur, Minggu (24/9/2023).

PM, Idi Rayeuk – Puluhan warga di Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, telah dilarikan ke RSUD Dr. Zubir Mahmud karena diduga mengalami keracunan gas dari perusahaan gas Medco E&P yang beroperasi di wilayah tersebut.

Bau gas ini berasal dari kegiatan perawatan fasilitas sumur di Lapangan Gas Alur Siwah, yang mengakibatkan 30 warga harus dirawat di rumah sakit dan ratusan lainnya mengungsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Sahminan, mengonfirmasi bahwa sejumlah warga masuk ke IGD Puskesmas Banda Alam pada Minggu (24/9) sekitar pukul 18.30 WIB karena terhirup gas beracun.

Mereka mengalami gejala seperti demam, mual, sesak napas, dan pusing. Beberapa di antaranya telah dirujuk ke RS Zubir Mahmud Aceh Timur, sementara yang lain mendapatkan perawatan di Puskesmas Banda Alam.

Perlu dicatat bahwa insiden keracunan dengan gejala serupa telah terjadi sebelumnya di wilayah tambang ini, dengan ratusan warga mengungsi akibat bau busuk yang diduga berasal dari pencucian sumur gas perusahaan migas, termasuk Medco E&P.

PT Medco E&P Malaka menyatakan tanggung jawabnya dan segera menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kebauan di area operasinya yang berakibat keracunan warga.

Arif Rinaldi, VP Relations & Security Medco EP, mengungkapkan bahwa perusahaan telah bergerak cepat dan berkoordinasi dengan instansi kesehatan setempat untuk memberikan perawatan dan penanganan medis intensif kepada warga di RSUD Dr. Zubir Mahmud. Dia juga menyebutkan bahwa sebagian warga sudah dapat pulang dari rumah sakit.

Perusahaan ini juga telah menurunkan tim kesehatan, keselamatan kerja, dan lindung lingkungan ke lokasi kejadian serta memberikan perawatan kesehatan kepada warga. Arif Rinaldi menambahkan bahwa perusahaan bersama instansi terkait akan segera melakukan identifikasi penyebab kebauan dan sedang melakukan perawatan fasilitas sumur di lapangan gas Alue Siwah guna menjaga keandalan operasionalnya.

“Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan secara maksimal dan berharap dukungan dari semua pihak agar dapat tertangani,” kata Arif Rinaldi. []