Banda Aceh—Kepolisian Daerah Aceh mengevaluasi program “polisi saweu sikula” (polisi mendatangi sekolah) yang telah berjalan selama setahun sebagai upaya sosialisasi peraturan berlalu lintas di provinsi itu.

“Program itu dititikberatkan pada sosialisasi tertib lalu lintas di jalan raya kepada pelajar, termasuk anak-anak usia dini dan telah berjalan sekitar setahun,” kata Kapolda Aceh Irjen (Pol) Iskandar Hasan di Banda Aceh, Kamis (3/5).

Karena itu, dia menjelaskan, kegiatan lomba mengambar dan mewarnai yang diikuti ratusan anak Taman Kanak-kanak di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar ini sebagai salah satu cara untuk mengetahui sejauhmana anak usia dini menangkap pengetahuan ketertiban berlalu lintas.

Selain itu, dia juga menyebutkan kegiatan polisi sabahat anak itu telah lama dilakukan mulai dari pusat hingga daerah dan khusus untuk Aceh juga dilengkapi dengan program “polisi saweu sikula”.

Cerminan suatu bangsa itu sebenarnya ada di jalan raya. “Karena itu kita perlu mendidik mereka sejak usia anak-anak sehingga diharapkan bisa menjadi pengendara yang terdidik,” kata Kapolda.

Terkait soal balapan liar, dia menjelaskan, tidak perlu ada jika masyarakat memiliki sopan santun. Karena itu mulai dari anak-anak hingga remaja harus diajarkan dengan benar. “Geng motor ada karena di lokasi balapan liar itu dijadikan sebagai ajang perjudian,” katanya.

Untuk itu, pemerintah atau swasta agar menyediakan tempat balapan supaya hobi anak-anak muda sebagai pembalap bisa tersalurkan, selain menjalin kerja sama menggelar even yang terarah.

“Jika ada arena balapan resmi, maka remaja kita tahu kemana harus menyalurkan hobinya. Bukan dijalan raya sebab risiko bukan hanya diri sendiri tetapi orang lain,” kata dia menjelaskan.[ant]

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA