Merdeka.com

Jakarta – Dua polisi anggota Polda Kalbar, AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap dari Polsek Entikong ditangkap Polis Di Raja Malaysia (PDRM) di Kuching. Dua polisi ditangkap di sebuah hotel terkait kasus narkoba. Mereka berdua juga diduga terlibat jaringan internasional.

Kapolri Jenderal Sutarman menyebut AKBP Idha Endri Prastiono yang ditangkap polisi Malaysia memang kerap bikin masalah. AKBP Endri sudah beberapa kali berselingkuh dan pernah tersangkut kasus narkoba sebelumnya.

Selain itu Sutarman menyebut ada wanita yang kini tengah diburu. Wanita ini anggota jaringan narkoba internasional. Dia bertugas menyusup masuk merayu para polisi.

“Ada seorang perempuan yang sedang dalam pengawasannya, Pak Arman (Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri) perempuan ini mempengaruhi yang bersangkutan, bahkan mempengaruhi anggota Polri lainnya,” kata Sutarman di Jakarta, Senin (1/9).

Menurut Sutarman, perempuan ini terkait dengan bandar narkoba yang sudah divonis mati tapi belum dieksekusi. Wanita berkewarganegaraan Indonesia ini berkaitan dengan sindikat Hong Kong, Belanda, Malaysia. Wanita ini adalah warga negara Indonesia.

Sebenarnya aksi kejahatan dengan memanfaatkan wanita untuk merayu polisi bukan hal baru. Puluhan tahun lalu, kasus serupa sudah terjadi. Hanya polisi jujur dan memiliki integritas tinggi mampu menolaknya.

Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santosa pun merasakan godaan tersebut. Dia pernah dirayu seorang pengusaha cantik keturunan Makassar-Tionghoa yang terlibat kasus penyelundupan. Wanita itu meminta Hoegeng agar kasus yang dihadapinya tak dilanjutkan ke pengadilan.

Seperti diketahui, Hoegeng sangat gencar memerangi penyelundupan. Dia tidak peduli siapa beking penyelundup tersebut, semua pasti disikatnya.

Wanita ini pun berusaha mengajak damai Hoegeng. Berbagai hadiah mewah dikirim ke alamat Hoegeng. Tentu saja Hoegeng menolak mentah-mentah. Hadiah ini langsung dikembalikan oleh Hoegeng. Tapi si wanita tak putus asa. Dia terus mendekati Hoegeng.

Yang membuat Hoegeng heran, malah koleganya di kepolisian dan kejaksaan yang memintanya untuk melepaskan wanita itu. Hoegeng menjadi heran, kenapa begitu banyak pejabat yang mau menolong pengusaha wanita tersebut. Belakangan Hoegeng mendapat kabar, wanita itu tidak segan-segan tidur dengan pejabat demi memuluskan aksi penyelundupannya.

Hoegeng pun hanya bisa mengelus dada prihatin menyaksikan tingkah polah koleganya yang terbuai uang dan rayuan wanita.

Indonesia masih butuh polisi jujur seperti Hoegeng. Yang tak tergoda imannya dirayu umpan wanita cantik kaki tangan penjahat.

[PM-001]

Komentar