pimpinan taliban
Wakil pemimpin dan negosiator Taliban, Abdul Ghani Baradar (tengah paling depan) dan delegasi Taliba. ©Alexander Zemlianichenko/Reuters

PM, Kabul – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengirim kepala CIA untuk bertemu pemimpin Taliban pada Senin, dalam pertemuan diplomatik tingkat tinggi sejak kelompok militan itu merebut ibu kota Afghanistan, Kabul. Pertemuan ini dilaporkan sejumlah media AS pada Selasa.

The Washington Post, mengutip pejabat AS yang berbicara secara anonim, mengungkapkan Direktur CIA William Burns bertemu pemimpin Taliban, Abdul Ghani Baradar di Kabul pada Senin ketika pemerintahan Biden mengevakuasi warga negara AS dan sekutu lainnya di tengah kekacauan di bandara Kabul menjelang tenggat waktu 31 Agustus.

Seorang perwakilan CIA mengatakan, badan tersebut tidak mau berkomentar. Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar, seperti dilansir Reuters, Selasa (24/8).

NBC News juga melaporkan Burns dan Baradar bertemu, mengutip seorang diplomat seninor di wilayah itu dan sumber lainnya yang mengetahui pertemuan tersebut. Fox News juga melaporkan pertemuan tersebut, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Pekan lalu, Biden mengatakan pasukan AS kemungkinan tinggal di Afghanistan melampaui tenggat waktu 31 Agustus untuk mengevakuasi warga Amerika.

Pada Senin, dua sumber Taliban menyampaikan kepada Reuters pihaknya tidak akan memperpanjang tenggat waktu untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Dikutip dari NBC News, Biden menghadapi kritik di dalam dan luar negeri, termasuk seruan agar menunda penarikan pasukan sampai lebih banyak orang Amerika dan Afghanistan serta mereka yang ingin melarikan diri dari Taliban bisa dibawa keluar dari negara itu.

Namun Taliban memperingatkan ancaman konsekuensi bagi AS jika menunda penarikan pasukan.

Menurut dua pejabat AS, ada kekhawatiran jika Washington berusaha mengubah tenggat waktu penarikan, Taliban akan mengamuk dan menyasar warga Amerika dan orang asing lainnya di Afghanistan.

Pejabat ini menyampaikan, militer AS telah menginformasikan Gedung Putih pihaknya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari untuk memulangkan sekitar 6.000 pasukan dan sejumlah kecil staf kedutaan dan konsuler. Artinya, mereka harus mulai memulangkan anggota militer akhir pekan ini jika berpegang pada tenggat waktu 31 Agustus.

Pejabat ini menambahkan, semakin banyak pasukan AS yang cabut dari negara itu, evakuasi akan melambat.

Namun saat ini, proses evakuasi meningkat. Dalam 24 jam antara 23 dan 24 Agustus, sekitar 21.600 orang dievakuasi dari Kabul, menurut pejabat Gedung Putih. Sebanyak 12.700 orang dievakuasi dengan 37 penerbangan militer dan 8.900 orang diterbangkan dengan 57 penerbangan koalisi.

Sejak evakuasi dimulai pada 14 Agustus, AS telah mengevakuasi sekitar 58.700 orang.[] sumber: merdeka.com

Komentar