PM, Banda Aceh—Pameran Aceh Book Fair yang digelar di Hermes Mall Banda Aceh diharapkan tidak hanya sekedar ajang jual buku, namun harus mampu menemukan penulis – penulis muda.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banda Aceh Natsir Ilyas saat membuka pameran buku 1st Aceh Book Fair, Rabu (16/05) di Hermes Mall.

“Acara seperti ini masih sangat penting keberadaannya, karena buku memiliki peran bagi peradaban. Dan pameran seperti ini adalah salah satu upaya untuk merawat kebudayaan dengan sering membaca buku dan mempelajarinya,” ujar Natsir.

Natsir mengatakan, Vision Production selaku penyelenggara even diharapkan mampu menemukan penulis-penulis muda yang akan menelurkan buku-buku yang menjadi jembatan bagi generasi mendatang.

Di tengah gempuran teknologi digital, kata Natsir, peran buku masih tidak tergantikan. Hal ini hendaknya menjadi dorongan kepada seluruh generasi, terutama generasi muda dan ilmuwan Aceh untuk menulis buku.

“Karena hanya dengan bukulah sejarah dan ilmu pengetahuan bisa diturunkan kepada generasi yang lebih muda,” ujar mantan Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh ini.

Sementara itu, Ketua penyelenggara Aceh Book Fair Deni Feilani dalam laporannya mengatakan, Pameran Aceh Book Fair yang berlangsung dari tanggal 16 sampai 23 Mei mengusung tema “Mari membangun Aceh dengan membaca.”

Deni menyebutkan, peserta dari pameran ini terdiri dari 26 stand, termasuk di dalamnya penerbit nasional seperti Gramedia dan Tiga Serangkai. Toko-toko buku lokal juga ikut memeriahkan pameran ini.

Pembukaan acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Unsur perbankan, Pema Unsyiah serta unsur BUMN.[zal]

Komentar