PM, Banda Aceh – Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Pamela Cox, memuji pembangunan kembali Aceh setelah tsunami 2004. “Aceh telah berhasil membuat kemajuan dalam rekonstruksi pascabencana,” kata Cox di Banda Aceh, Rabu (14/11).

“Saya merasa mendapat kehormatan karena bisa menyaksikan sendiri bagaimana dana US$ 655 juta yang disumbangkan oleh 15 negara dan lembaga donor telah diterjemahkan menjadi hasil-hasil nyata di lapangan,” katanya lagi.

Selama dua hari di Aceh, Cox mengunjungi kawasan permukiman yang dibangun oleh proyek rekonstruksi perumahan berbasis masyarakat di Banda Aceh. Dia juga menyaksikan sejumlah proyek infrastruktur besar yang dibangun dengan dana Multi Donor Fund (MDF), seperti jalan akses baru kota Banda Aceh dan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) regional di kabupaten Aceh Besar.

Di Aceh Jaya, Cox mengunjungi petani-petani yang menerima manfaat dari proyek pemulihan mata pencaharian. Dia juga sempat meninjau sebuah proyek pelestarian hutan yang telah melindungi keanekaragaman hayati Aceh yang kaya selama masa rekonstruksi.

Cox menilai pendekatan pemerintah lokal di Aceh dan pemerintah pusat yang mengedepankan strategi bertahap dalam proses pemulihan terbukti efektif. Pembangunan infrastruktur dan perumahan hingga pemulihan mata pencaharian serta peningkatan kapasitas bagi pemerintah dan masyarakat setempat berjalan dengan baik.

“Aceh tak hanya berhasil bangkit dari bencana yang dahsyat, Aceh juga telah meletakkan landasan yang kuat bagi pembangunan jangka panjang di masa depan,” kata Cox.

Proyek MDF untuk rekonstruksi Aceh dibentuk atas permintaan pemerintah Indonesia setelah kejadian tsunami pada Desember 2004. Bencana itu meluluhlantakkan Aceh dan menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Tak kurang dari 500 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Dana MDF digunakan untuk membangun 20 ribu rumah dan lebih dari 3 ribu kilometer jalan pedesaan. Dana ini juga dipakai untuk mendukung hampir 10 ribu proyek infrastruktur, rehabilitasi dan rekonstruksi dari lebih dari 1.200 bangunan publik serta rekonstruksi lima pelabuhan nasional dan internasional.[tempo]

Komentar