Palestina Disahkan PBB jadi Negara

Palestina Disahkan PBB jadi Negara
Warga Palestina. (Foto IST)

Jakarta—Posisi Palestina di PBB semakin kuat. Ini menyusul hasil sidang manjelis umum PBB di New York Kamis (29/11) waktu setempat yang mengesahkan Paletina sebagai Negara Peninjau. Pemerintah Indonesia menyambut baik pengesahan ini.

Pernyataan sekaligus dukungan resmi pemerintah Indonesia disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa di markas PBB. “Indonesia bukan hanya mendukung. Tetapi ikut memprakarsai resolusi tersebut dengan beberapa negara lainnya sebagai co-sponsor,” kata Marty melalui keterangan tertulis.

Dalam sidang ini, posisi Palestina sebagai Negara Peninjau diputuskan setelah memperoleh dukungan dari 138 negara. Sementara itu sembilan negara lainnya menolak dan 41 negara lainnya mengambil sikap abstain. Keputusan ini langsung disambut sumringah oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang saat pengambilan keputusan itu datang langsung di markas besar PBB.

Marty mengatakan, pengesahan Palestina menjadi Negara Peninjau di PBB memiliki simbol politik yang sangat penting. Terutama dalam urusan diplomatik luar negeri. Menurutnya, melalui pengakuan ini politik luar negeri Palestina akan semakin lincah karena posisi mereka sudah dinakui sebagai negara oleh masyarakat internasional.

“Dengan posisinya ini, Palestina juga memiliki hak untuk berperan aktif dalam seluruh organ-organ PBB,” tutur menteri yang pernah menjadi duta besar RI untuk PBB itu.

Marty juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mendorong masyarakat internasional harus mengambil langkah nyata bagi upaya mewudujkan hak-hak rakyat Palestina. Diantaranya hak untuk merdeka dan berdaulat. Sebagaimana diketahui, saat ini Palestina terus berjuang melawan Israel yang ingin merebut jalur Gaza.

“Dunia tidak boleh lagi menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang telah berlangsung lama,” ujar Marty. Dia menyampaikan meski selama ini terus dijajah, rakyat Palestina sejatinya telah membangun dan memiliki kemampuan untuk berperan sebagai sebuah negara yang utuh.

Paling penting adalah, Marty mengatakan jika Indonesia juga menyampaikan agar aplikasi Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB dapat segera terwujud. Indonesia juga meminta dunia internasional tidak menolak permohonan aplikasi ini. “Keanggotaan penuh Palestina di PBB sesuai dan konsisten dengan visi two-state solution,” kata dia.

Pihak Indonesia juga mendorong pentingnya dimulainya kembali proses perdamaian dan penciptaan situasi yang kondusif di Palestina. Diantaranya melalui perundingan damai dengan pihak Israel. Selain itu, Indonesia juga meminta pembangunan pemukiman Israel yang tidak sah dihentikan.[jambiekspress]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pabrik Tripleks Aceh Selatan Terancam Jadi Besi Tua
PABRIK mini plywood yang dibangun tahun 2008 di Gampong Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, belum dimanfaatkan. Proyek yang menelan anggaran APBA 2008 Rp 411 Juta lebih ini terancam jadi besi tua. Foto: Hendrik Meukek.

Pabrik Tripleks Aceh Selatan Terancam Jadi Besi Tua

Gayo Lues Kini Punya Ambulance Udara
Direktur RSUD dr,Taufik melihat isi pesawat ambulance yang akan mengangkut pasien dari Gayo lues menuju Banda Aceh. Foto: Anuar Syahadat

Gayo Lues Kini Punya Ambulance Udara