Barack Obama
Barack Obama (Google.com)
Barack Obama
Barack Obama (Google.com)

Jakarta — Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji akan mengurangi persediaan senjata nuklir negaranya. Obama mengatakan, ini dilakukan untuk mendukung komitmennya dalam mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

Hal ini disampaikannya dalam pidatonya di Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan, Senin, 26 Maret 2012, jelang pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir di negara tersebut.

“Dia menegaskan kembali komitmennya untuk mengurangi senjata nuklir Amerika Serikat dan mempertanyakan perlunya senjata bagi strategi keamanan nasional,” ujar salah satu staf Gedung Putih ketika ditanya soal pidato Obama, dikutip dari Reuters.

Obama mengatakan, sebagai ayah dia tidak ingin melihat putrinya tumbuh di dunia yang penuh dengan ancaman nuklir. Sekali lagi dia menegaskan komitmennya yang dulu pernah disampaikannya di Praha, 2009 silam, bahwa inilah saatnya menuju dunia yang bebas senjata nuklir.

Kendati mendukung penuh pengurangan senjata nuklir, namun pemerintahan Obama mendapatkan penentangan keras dari Republikan, oposisi di parlemen. Inilah yang membuat sampai saat ini AS belum meratifikasi Comprehensive Test Ban Treaty (CTBT).

Hanya delapan negara dari 44 negara Annex II yang belum meratifikasi CTBT, di antaranya adalah AS, China, India, Pakistan, Korea Utara, Israel, Iran dan Mesir. Indonesia sendiri telah meratifikasinya pada Desember tahun lalu.

Pentagon untuk pertama kalinya pada 2010 lalu mengungkapkan jumlah senjata nuklir AS. Per September 2010, AS memiliki 5.113 hulu ledak nuklir di gudang senjata mereka. Jumlah ini turun drastis dari jumlah terbanyak mereka pada 1967, yaitu sekitar 31.225. Pada jatuhnya tembok Berlin tahun 1989, AS memiliki hulu ledak nuklir sebanyak 22.217.[vvn]

Komentar