Menikmati Matahari Terbit dari Pantai Deumit (Foto Makmur Dimila)
Menikmati Matahari Terbit dari Pantai Deumit (Foto Makmur Dimila)

Ujung barat Indonesia jika dilihat peta sebenarnya bukan Pulau Weh, melainkan Pulo Aceh.

Teks & Foto : Makmur Dimila


Di kedua pulau yang sama-sama masuk dalam Kawasan Sabang itu, terdapat tapal batas yang menunjukkan Kilometer Nol Indonesia: di Iboih, Sabang, dan di Desa Rinon, Pulo Breueh. Namun sesuai teritorial negara, secara administratif, Sabang diakui sebagai batas Nusantara di barat.

Kelak, siapapun yang sudah pernah ke dua pulau itu, tak lagi mempersoalkan tapal batasnya. Tapi kini barangkali, seperti pengalaman saya, akan mempertanyakan mana lebih indah antara Pulo Weh dan Pulo Aceh.

Pelancong yang mencari kemudahan akses dan keramaian pasti akan memilih Sabang untuk berlibur. Bagi yang mencari ketenangan dengan kesan ‘back to nature’, Pulo Aceh pilihan tepat. Pulo Aceh terdiri atas beberapa pulau kecil, namun ada dua pulau besar yang berpenghuni: Pulo Nasi dan Pulo Breueh.

Pulo Nasi dapat dilihat dari ujung Kota Banda Aceh, sementara Pulo Breueh yang luasnya lebih besar, berada di baliknya. Di Pulo Nasi, saya dapat menyaksikan matahari terbit dari Pantai Deumit, Desa Rabo, dan menanti matahari terbenam di Pantai Mata Ie, Desa Pasi Janeng. Sungguh syahdu.

Mercusuar William’s Torrent III selalu menjadi incaran utama turis ke Pulo Breueh. Menara lampu suar yang dibangun kolonial Belanda pada 1875 itu menjulang di puncak tanjung bernama Ujong Peuneung, Desa Meulingge. Dari puncaknya, saya melihat keindahan Samudera Hindia yang teduh dan memesona. Kebanyakan pelancong enggan turun dari menara setinggi 85 meter itu.

Namun Pulo Aceh tak hanya menyimpan keasrian alam. Tapi juga kehidupan masyarakatnya. Turis datang kesana untuk menikmati tenteramnya perkampungan dan berbaur dengan warga. Tak ada penginapan mewah seperti banyaknya hotel atau resort di Pulau Weh. Dan Pulo Aceh tak perlu dibuat seperti Sabang. “Itu akan mengancam generasi kami. Kita memang perlu maju, tapi ada batasnya,” ujar Ismuha, tokoh masyarakat Meulingge, Pulo Breueh.

Peraturannya, setiap wisatawan yang ke Pulo Aceh sebaiknya melapor dulu ke kepala desa yang disinggahi, untuk kemudian diarahkan bagaimana selanjutnya. Pulo Nasi dapat dicapai dengan menumpangi kapal motor penumpang di Dermaga Ulee Lheue, Banda Aceh, sedangkan Pulo Breueh dapat ditempuh dengan boat nelayan dari Dermaga Lampulo, Banda Aceh; bisa pula dari Lamteng Pulo Nasi menyeberang ke Lampuyang Pulo Breueh.[]

bocah pulau nasi
Anak-anak bermain di Dermaga Lamteng, Pulo Nasi
Pantai Mata Ie, Pulo Nasi
Sunset di Pantai Mata Ie, Pulo Nasi.
Pantai Balue Pulo Breueh
Menatap Pantai Balue di Pulo Breueh.
lampu suar William's Torrent.
Panorama dari dalam menara lampu suar William’s Torrent.
peninggalan belanda di pulo aceh
Bangunan peninggalan Belanda di kompleks Mercusuar William’s Torrent III.
Menara Mercusuar William's Torrent III
Menara Mercusuar William’s Torrent III setelah dicat ulang, akhir 2015.

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA