PM, Tapaktuan – Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan Minggu (16/08/2015) malam, telah mengakibatkan dua gampong di pedalaman kecamatan tersebut terisolir.

Jalur transportasi ke pusat kecamatan terputus total. Kejadian ini dikhawatirkan akan berdampak sulitnya masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok untuk kebutuhan hidup sehari-hari jika musibah itu tidak segera ditanggulangi.

Longsor yang menimbun badan jalan di kawasan Gunung Gampong Mersak, Kemukiman Menggamat pada Minggu (16/08/2015), sekira pukul 20.00 WIB, melumpuhkan transportasi dari dan menuju ke dua gampong, yakni Simpang Dua dan Simpang Tiga akibat badan jalan tertimbun tanah longsor.

Masyarakat setempat tidak mempunyai akses transportasi lain untuk menuju pusat pemerintahan di ibu kota kecamatan maupun untuk ke pasar guna berbelanja kebutuhan pokok.

Pemkab Aceh Selatan diminta segera membersihkan ruas jalan yang tertimbun tanah longsor itu untuk menghindari terlalu lama masyarakat di dua gampong itu dalam kondisi terisolir.

“Kami harap Pemkab Aceh Selatan segera menerjunkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan tanah longsor yang menimbun badan jalan di Menggamat. Faktor ini jangan dibiarkan lama-lama karena akan berdampak masyarakat di dua Desa itu kehabisan stok kebutuhan bahan pokok, terganggunya akses pendidikan dan administrasi pemerintahan. Mohon segera ditangani dengan mendatangkan alat berat,” harap Zaiton Ludny, salah seorang tokoh Kluet saat dihubungi dari Tapaktuan, Senin (17/08/2015).

Kapolsek Kluet Tengah, Iptu Yuhendri yang dihubungi terpisah membenarkan peristiwa tersebut dan mengakui jalur transportasi darat di dua gampong tersebut lumpuh total akibat tertimbun longsor.

“Kami baru saja turun ke lokasi bersama pejabat Muspika, akses jalan antara pusat kota Kecamatan ke dua gampong yakni gampong Simpang Dua dan gampong Simpang Tiga tidak bisa ditembusi meskipun jalan kaki. Longsor yang menimbun jalan tidak bisa dibersihkan secara manual kecuali menggunakan alat berat,” tegasnya.

Menurut Kapolsek, unsur Muspika Kluet Tengah sudah melakukan koordinasi dan melaporkan peristiwa tersebut ke instansi terkait di Tapaktuan.

“Saat ini kami sedang menunggu kehadiran alat berat untuk melakukan penanggulangan. Selain dua gampong ini, beberapa gampong lainnya juga turut terimbas banjir akibat diguyur hujan lebat Minggu malam. Namun kondisinya mulai membaik seiring telah surutnya luapan air,” jelas Yuhendri melalui percakapan telepon genggam.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, S.Sos, M.Si yang dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas teknis di jajaran pemkab setempat untuk percepatan penanggulangan bencana longsor di Menggamat.

Namun, kata Erwiandi, kendala yang dihadapi saat ini adalah karena pihak BPBD belum ada memiliki alat berat (beco). Sedangkan beberapa alat berat (beco) yang ada di Dinas terkait sedang beraktivitas sehingga agak kesulitan diberangkatkan ke lokasi bencana di Menggamat.

“Kami bersama Dinas Bina Marga dan Cipta Karya sedang berupaya mencari alat berat yang lain. Jika sudah ada segera kami terjunkan ke Menggamat untuk membersihkan tanah longsor yang menimbun badan jalan di dua gampong tersebut. Kami upayakan ditangani secepat mungkin,” tegas Erwiandi.

[PM005]

Komentar