Hujan deras mengakibatkan air di Sungai Gampong Adan Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meluap, tanggul jalan inveksi di bendungan pecah, (21/08/2015). Foto: Rahmat.

PM, Blangpidie – Hujan deras di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya, beberapa hari terakhir ini mengakibatkan air di Sungai Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan kabupaten setempat meluap dan tanggul jalan inveksi di bendungan sungai tersebut pecah diterjang banjir.

Banjir diwilayah Abdya yang terjadi mulai Minggu (16/08/2015) hingga malam tergolong besar. Ada tanggul yang pecah dan sejumlah pemukiman di wilayah tersebut banjir. Di antaranya di kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, dan Tangan-Tangan.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai tersebut, Samhadi mengatakan, hingga saat ini warga sekitarnya masih berjaga-jaga.

“Kami  sangat merasa ketakutan saat ambruk tanggul itu, karena lokasinya tidak jauh dari rumah kami. Kalau hujannya tidak reda sampai pagi, mungkin  tanggul itu semakin meluas ambruknya dan kami disini akan kebanjiran,” ucap salah seorang warga yang tinggal dekat tanggul tersebut saat ditemui di sana, Jumat (21/08/2015).

Samhadi menyebutkan, untuk mengantisipasi agar tidak ada korban saat banjir, pihaknya telah meminta kepada warga yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai tersebut untuk mewaspada dan saling menjaga.

“Kami telah koordinasi dengan camat untuk terus memantau banjir. Ini lagi musim hujan. Kami harus mewaspadai apabila tiba-tiba hujan deras terus datang dan air suangai pun langsung meluap,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Abdya, Mulyadi, ST kepada PM Jumat (21/08/2015), mengatakan, akibat diterjang banjir sehingga  tanggul sepanjang 60 meter pecah, keadaannya sudah sangat parah sehingga harus ada penangganan langsung.

Kejadian itu katanya, secara lisan telah disampaikan kepada pimpinan daerah dan pihak propinsi. Sementara dalam bentuk tulisan harus disampaikan oleh perangkat Gampong Adan yang diketahui camat dan ditujukan kepada bupati dan tembusannya kepada DPRK dan dinas terkait.

“Memang akibat pecahnya tanggul itu telah menyebabkan hilangnya tanggul sungai sepanjang puluhan meter yang sebelumnya telah dipasang di lokasi tersebut,”kata Mulyadi.

Menurutnya, untuk memperbaiki kembali tanggul itu butuh dana ratusan juta rupiah. Untuk memperbaiki kembali tanggul yang pecah, harus dibangun ulang sehingga dibutuhkan batu dan bahan lainnya.

Mulyadi mengakui, akibat pecahnya jalan insveksi itu tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Pasalnya, air untuk persawahan tetap lancar seperti biasa.

“Meskipun tidak merugikan masyarakat namun masalah ini harus segera ditanggani serius, karena, jika tidak diatasi secara cepat, kemungkinan besar akan terjadi musibah besar pada warga. Kita sudah melaporkan ke propinsi, karena masalah itu harus segera ditanggani demi menyelamatkan kawasan pemukiman warga,” tandasnya.

[PM005]

Komentar