PM, Bireuen—Stok blanko Kartu Keluarga (KK) dan blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di Dinas  Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bireuen kembali terjadi kekosongan. Hal itu menghambat  keperluan administrasi dan kepentingan warga  saat berobat ke rumah sakit.

Ssejumlah warga kepada  Pikiran Merdeka.com  mengatakan, akibat kekosongan blanko KK ,  warga  harus mengantongi  surat keterangan atau print-out KK sementara dari dinas setempat. “Kalau untuk mengurus administrasi di sini memang belum ada kendala, tapi bila kekosongan  terus menerus  maka sangat berdampak bagi kami, apalagi saat pengurusan BPSJ,” ujar Tarmizi, warga Bireuen.

Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bireuen, Drs M Jafar Majid MSi yang dikonfirmasi terkait hal itu,  Rabu (29/7/2015), mengakui kalau stok blanko KK dan KTP elektronik sudah kosong.

Menurut dia, stok sebelumnya hanya tersedia 20 ribu lembar dan kini mulai terjadi kekosongan. “Awalnya  kita  memiliki stok blanko KK sebanyak 20 ribu lembar, namun seiring dengan permintaan dan perubahan data setiap keluarga, maka stoknya kehabisan,” katanya.

Diakui Jafar Majid, belakangan  ini proses permintaan KK  sangat tinggi, selain  adanya keluarga baru setiap desa di kecamatan,  penambahan bayi yang baru lahir termasuk syarat mendaftar BPJS. “Saat ini  kita  mengusulkan  penambahan sebanyak 29 ribu lembar ke pusat, namun  belum terkirim dari Jakarta akibat terbentur baru lebaran,” jelasnya.

Antisipasi utama demi keperluan warga,  katanya,maka  diberikan KK sementara. “Ini untuk mempermudah kebutuhan mendadak warga baik saat pengurusan BPJS maupun berobat ke rumah sakit, termasuk pengurusan administarsi lainnya,” tandasnya. (pm02)

Komentar