Korban Leher Putus
Warga mengevakuasi jasad Iskandar, warga Meunasah Paseh, Juli, Bireuen, yang ditemukan dikubur setelah dibunuh. Korban sempat dinyatakan hilang sejak beberapa hari lalu.(Pikiran Merdeka/Joniful Bahri)
Korban Leher Putus
Warga mengevakuasi jasad Iskandar, warga Meunasah Paseh, Juli, Bireuen, yang ditemukan dikubur setelah dibunuh. Korban sempat dinyatakan hilang sejak beberapa hari lalu.(Pikiran Merdeka/Joniful Bahri)

Bireuen—Iskandar A Bakar,37, warga Meunasah Paseh, Juli, Bireuen, ditemukan telah dikubur dengan kondisi leher putus, Sabtu (31/3) sekira pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, pekerja pabrik batu-bata itu menghilang sejak tiga hari lalu.

Korban ditemukan sekitar 500 meter di utara pabrik bata tempatnya bekerja. Diduga, Iskandar ditebas lehernya dari arah belakang. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik putih penutup bahan pembuat batu-bata.

Sebelum ditemukan, perangkat gampong Meunasah Paseh sempat mengerahkan  warga  untuk mencari dan menyisir jejak korban ke sejumlah tempat. “Awalnya kami sempat menyedot air dengan menggunakan dua mesin pompa air dalam kolam bekas galian tanah untuk batu bata, tapi tak ditemukan,” kata Hanafiah, 45, warga Meunasah Paseh.

Selain menyedot air, warga lainnya juga menyisir sejumlah kawasan perbukitan arah selatan, termasuk mencari ke dalam irigasi. “Tapi tak ditemukan juga,” katanya.

Akhirnya, korban ditemukan di bawah pokok bambu, kawasan lembah Gle Genteng. Jasad korban pertama kali ditemukan adiknya, Jailani ,25, yang ditemani orang tuanya, Abu Bakar ,66, dan Khatijah.

Menurut orangtua korban, awalnya mereka sempat menyisir dan melewati buket Glee Genteng. “Adiknya memutar arah dan melihat ada gundukan tanah mirip sebuah kuburan. Kawasan itu ditumbuhi semak belukar. Karena curiga ada gundukan tanah baru, maka digali dan ternyata korban dikubur di sana dengan kondisi menyedihkan,” kata Abu Bakar.

Pantauan Pikiran Merdeka, korban dikubur dengan kedalaman sekitar satu meter. Saat penggalian, lokasi itu dijaga ketat beberapa personil polisi serta dipadati ratusan warga.

Saat pengangkatan jasad korban dari gundukan yang digali itu, Abu Bakar sempat pingsan karena menyaksikan anaknya telah terbujur kaku dengan kondisi terbalut plastik putih. Jasad korban  langsung dievakuasi ke RSU Fauziah Bireuen untuk dilakukan visum luar.

Berdasarkan keterangan tim medis serta anggota kepolisian, korban dipastikan ditebas lehernya dari arah belakang hingga putus dan hanya menyisakan kulit. Setelah dibunuh, diduga pelaku langsung memasukan tubuh korban dalam plastik dan dibuang atau ditanam di kawasan semak-semak dan ditutupi dengan daun dan ranting bambu, sehingga tak kelihatan.

Diberitakan sebelumnya, Iskandar A Bakar,37, warga Meunasah Paseh, Juli, Bireuen, menghilang saat bekerja di pabrik bata di Dusun Khutang, Kamis (29/3) sekira pukul 18.30 WIB. Berat dugaan, korban dibunuh karena di dapur perapian batu bata itu ditemukan bercak darah.[pm/jon]

Komentar