PM, Banda Aceh – Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah, sejak November lalu turut berdampak pada rusaknya sarana prasarana dan lahan perkebunan kopi milik koperasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara yang masuk dalam tabel Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Koperasi, tercatat enam koperasi yang tengah menyampaikan data kerusakan yang dialaminya.
“Data ini masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah seiring pembaruan laporan lapangan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Koperasi dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah, Hasra, seperti diinformasikan laman resmi Pemkab Bener Meriah, Jumat (9/1/2026).
Hasra lebih lenjut menjelaskan, koperasi yang terdampak antara lain:
- Koperasi Produsen Bersama Mandiri Sejahtera (BAHTERA),
- Koperasi Produsen Petani Kopi Arabika,
- Koperasi Produsen Kopi Wanita Gayo (KOKOWA),
- KSU Buana Mandiri,
- Koperasi Produsen Sumatera Permata Gayo Coffee,
- KSU PERMATA GAYO.
Sementara itu, laporan sementara menghitung luas kerusakan kebun anggota koperasi, yang meliputi 250,80 hektare rusak berat, 163,32 hektare rusak sedang, serta 206,78 hektare rusak ringan.
Kerusakan ini tersebar di beberapa kecamatan: Bukit, Bandar, Wih Pesam, Permata, Bener Kelipah, Mesidah, dan Timang Gajah.
“Dari seluruh koperasi terdampak, Koperasi KSU Permata Gayo merupakan yang paling parah terdampak,” jelas Hasra.
Berdasarkan hasil penaksiran awal, total kerugian yang meliputi kerusakan pada bangunan koperasi dan lahan jemur kopi mencapai Rp20 miliar.
“Data ini merupakan laporan sementara dan akan terus diperbarui seiring masuknya data baru dari koperasi terdampak serta hasil verifikasi lanjutan di lapangan,” tutup Hasra. []
Belum ada komentar