Pemilukada Aceh

Pemilukada Aceh

Meureudu—Jelang pencoblosan pada Senin, (9/4) hari ini, timses para kandidat gubernur Aceh intens dekati masyarakat. Beberapa warga mengakui menerima alat peraga pencoblosan berupa miniatur kertas suara untuk dijadikan kupon pengambilan sembako jika target suara tercapai.

Penelusuran Pikiran Merdeka, miniatur kertas suara yang diterima masyakat itu menunjukkan lima calon gubernur dan wakil gubernur yang ikut kontestan Pemilukada Aceh 2012.

“Kartu kertas suara” itu hanya bergambar kandidat yang diarahkan (ditunjuk) dan dilengkapi dengan foto yang jelas. Selebihnya ada kandidat lain dengan menggelapkan nomor pencoblosan.

Di belakang kartu peraga pencoblosan itu terdapat lima poin cara mencoblos. Pada poin nomor empat terdapat arahan yang berbunyi sebagai berikut: “5. Coblos pada nomor urut …” yang mengacu pada pasangan calon (palon) yang diarahkan.

“Katanya kartu peraga ini dapat digunakan sebagai kupon untuk mengambil sembako, jika target pencapaian suara di desa kami tercapai,” kata seorang warga yang enggan namanya dikorankan.

Selain itu, beredar isu beberapa timses kandidat lain telah membangi uang di beberapa desa di Kabupaten Pidie Jaya. Selain uang, diisukan setiap nama kandidat yang bertarung telah membagikan bingkisan berupa kain, uang, dan sembako serta mengajak memilih palon unggulan mereka.

Ketika Pikiran Merdeka mengonfirmasi mengenai kartu alat peraga pencoblosan pada kertas suara kepada komisioner KIP Pidie Jaya, Musman SH dengan tegas mengatakan itu bentuk pelanggaran. “Tidak ada lagi kampanye pada hari tenang,” kata Musman SH.

Sementara itu, Andi Firdaus, tokoh masyarakat Pidie Jaya, mengimbau masyarakat jangan terpengaruh terhadap politik uang atau iming-iming lain yang dilakukan setiap tim sukses kandidat gubernur. “Ambil uangnya, tapi jangan pilih orangnya,” kata Andi Firdaus.

Andi berharap panwaslukada aktif memantau setiap pelanggaran yang dilakukan timses kandidat, apalagi menjelang pagi hari pencoblosan.[rif]

Komentar