Foto rombongan IDI Gayo Lues saat menuju desa Lesten pengobatan masal dan sunat masal gratis menjadi terpaporit pada Muikhatamar IDI di Medan.
Foto rombongan IDI Gayo Lues saat menuju desa Lesten pengobatan masal dan sunat masal gratis menjadi terpaporit pada Muikhatamar IDI di Medan.

PM, GAYO LUES – Foto kegiatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kabupaten Gayo Lues saat melakukan pengobatan dan sunat masal gratis ke daerah Lesten Kecamatan Pining menjadi foto terfavorit pada Lomba Muktamar IDI Seindonesia di Sumut, penghargaan itu diberikan Plt. Gubenur Sumut kepada dr. Ruli perwakilan IDI Gayo Lues.

Dr. Syaiful Badri anggota IDI Gayo Lues, Senin (23/11/2015) mengatakan, foto yang menjadi terfavorit itu diambil anggota IDI saat berjalan menuju Desa Lesten dengan mengunakan Jonder (Tractor Cangkul), yang semua tempatnya dipenuhi oleh penumpang.

“Saat itu ada dua puluh orang yang naik Jonder menuju Lesten, karena hanya itu satu-satunya alat transportasi menuju desa paling terpencil di Gayo Lues, dan tidak ada kendaraan lain yang bisa masuk ke desa Lesten terkecuali Jonder,” katanya.

Pihak IDI sendiri menuju Lesten hanya untuk mengobati 100 masyarakat, dan melakukan sunat masal gratis kepada 27 anak Lesten. Dengan niat yang tulus itu, anggota IDI Gayo Lues harus menempuh perjalanan tujuh jam naik Jonder untuk menempuh 18 Km jalan yang terjal.

“Saat berjalan dan semuanya naik ke atas Jonder, kami mengambil dokumentasi, dan saat Muktamar IDI, kami mengikutkan kedalam perlombaan foto yang memang sudah setiap tiga tahun sekali diadakan,” jelasnya.

Foto pengabdian yang dilakukan IDI Gayo Lues penuh tantangan saat berjalan menuju tanjakan Pintu Angin Lesten, dan foto itu juga telah menjadikan pengabdian IDI Gayo Lues menerima penghargaan.

“Jalan ke Desa Lesten tepatnya di daerah Pintu Angin menyerupai dengan pintu Neraka, salah sedikit saja dipenurunan dan tanjakanya, kita pasti masuk kejurang dan mati,” kata dr.Basumi Ketua IDI Gayo Lues saat menceritakan perjalanan menuju Lesten yang penuh tantangan dan. [PM006]

Komentar