Hujan deras membasahi bumi Arafah. (Darmawan/Tribunnews.com)

Arafah – Hujan mengguyur padang Arafah saat waktu wukuf, Sabtu (10/8) siang. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh jamaah haji untuk memperbanyak doa.

Hujan terjadi pada pukul 14.50 WAS. Atau, dua jam setelah pelaksanaan khutbah wukuf. Awalnya, pada pukul 14.25 WAS, cuaca yang pascakhutbah terasa panas dan terik, namun kemudian berubah menjadi teduh.

Angin sepoi-sepoi berhembus ke tenda-tenda jamaah. Tidak hanya itu, pohon-pohon Sukarno yang banyak tumbuh di Arafah bergoyang mengikuti tiupan angin.

Langit juga berubah menjadi mendung. Padahal, sebelumnya langit terlihat cerah. Selain itu, petir meski tidak besar bergemuruh di langit Arafah.

Hujan baru benar-benar turun pada pukul 14.50 WAS. Hujan awalnya turun secara rintik-rintik. Kejadian ini dimanfaatkan jamaah haji untuk keluar tenda dan berdoa. Sebab diketahui, hujan merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa.

Hujan kemudian turun cukup kencang dan membuat jamaah haji kembali masuk ke tendan. Pada pukul 15.25 WAS, hujan mulai reda. Namun, suara gemuruh petir masih terdengar.

Sumber: Republika

Komentar