banjir di pidie
Pengendara berjibaku dengan air yang menggenang jalan protokol Kota Sigli, Pidie, Selasa (15/5), setelah diguyur hujan 15 menit. Pemerintah setempat terkesan tak peduli kondisi demikian. ISFANDIAR/PIKIRAN MERDEKA
banjir  di pidie
Pengendara berjibaku dengan air yang menggenang jalan protokol Kota Sigli, Pidie, Selasa (15/5), setelah diguyur hujan 15 menit. Pemerintah setempat terkesan tak peduli kondisi demikian. ISFANDIAR/PIKIRAN MERDEKA

Sigli—Baru 15 menit mengguyur hujan mengguyur, jalan protokol—Iskandar Muda—di pusat Kota Sigli, Pidie, tergenang hingga seminggu. Pemkab setempat dinilai terkesan tutup mata terhadap kondisi yang berpotensi melahirkan nyamuk penyebab DBD itu.

Pedagang di jalan Iskandar Muda, Januar, mengungkapkan, ia kewalahan dengan kondisi jalan tergenang.

“Hujan 15 menit genangan airnya sampai satu minggu, ini yang membuat repot. Tidak hanya pedagag di sepanjang jalan ini, para konsumen juga mengeluh karena mereka tidak bisa berbelanja akibat genangan air tersebut,” katanya, Selasa (15/5).

Sofyan, pembeli di jalan protokol menerangkan, kondisi itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun. “Khususnya lima tahun terakhir, kondisi jalan di tengah kota ini semakin tak bersahabat. Pasalnya, selain tergenang air, nyamuk paling banyak berkembang biak,” ungkitnya, kemarin.

Data dikumpulkan Pikiran Merdeka, Kecamatan Kota Sigli termasuk peringkat pertama penderita demam darah dengue (DBD), padahal ibukota kabupaten itu tempat tinggalnya para pejabat baik eksekutif maupun legislatif setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Kota Sigli Nazaruddin belum bisa dihubungi karena ponsel yang bersangkutan tak aktif, guna dimintai tanggapannya terkait penyelesaian keluhan warganya terhadap genangan air di sepanjang jalan menuju Pendopo Bupati Pidie itu.[csf]

Komentar