Ilustrasi Foto: Tempo

PM, Banda Aceh – Sebanyak 16 nelayan Aceh yang menggunakan boat KM Bintang Jasa diduga telah ditangkap di wilayah perairan yang berbatasan dengan Myanmar sejak Selasa (06/11).

Hingga kini nelayan Aceh itu hilang kontak dan tak dapat lagi dihubungi oleh pihak keluarga.

Hal itu disampaikan Miftah Cut Adek, wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, melalui WhatsApp yang diterima Kompas. com, Kamis (08/11) malam.

“Kami baru mendapat kabar (dugaan) penangkapan terhadap nelayan Aceh dilaporkan oleh Panglima Laot Idi Rayeuk,” kata Miftah.

Dia mengatakan, 16 orang nelayan tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Timur. Mereka berangkat dengan menggunakan boat Kapal Motor Bintang Jasa pada Rabu (31/10).

Ke-16 nelayan tersebut yakni Jamaluddin, Nurdin, Samidan, Efendi, Rahmat, Saipuddin, Nazaruddin, Syukuri, Darman, Safrizal, Umar, M. Aris, Jamaluddin, Sulaiman, M. Akbar, dan Paiturahman.

“Informasi yang kami terima dari Rusli, Panglima Laot Idi Rayeuk, sekarang seluruh nelayan itu tidak dapat lagi dihubungi, mereka hilang kontak,” sebutnya.

Menurut dia, keluarga 16 nelayan tersebut sangat berharap agar mereka segera mendapat bantuan advokasi jika benar 16 nelayan tersebut ditangkap oleh pihak keamanan laut Myanmar. [Kompas]

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA