Poster Mayor Jenderal Qasem Soleimani atau Ghasem Soleimani. (Foto: Istimewa)
Poster Mayor Jenderal Qasem Soleimani atau Ghasem Soleimani. (Foto: Istimewa)

PM, GAZA – Hamas Palestina menangkap seorang warga Palestina, Majdi al-Maghribi, karena merobohkan spanduk bergambar komandan militer Iran Qassem Soleimani yang dipasang menjelang peringatan pertama kematiannya.

Saudara laki-laki Majdi sendiri yang mengungkapkannya di media sosial Facebook. “Hamas menangkap Majdi al-Maghribi karena merobohkan foto penjahat,” tulis saudara laki-laki al-Maghribi di Facebook, Kamis (31/12).

Sebelumnya, Al-Maghribi telah mendesak warga Gaza dalam sebuah posting Facebook pada hari Rabu (30/12) untuk menghapus spanduk Soleimani di kota.  Beberapa jam kemudian, dia memposting video dirinya merobohkan spanduk jenderal Iran yang terbunuh yang dengan cepat menjadi viral.

Baca Juga: 4.600 Warga Palestina Ditahan Israel Sepanjang 2020

Dilansir dari Alarabiya, Kamis (31/12) Hamas memasang spanduk besar Soleimani di jalan pantai utama di Gaza pada hari Selasa setelah latihan militer. Beberapa spanduk lain dari Soleimani terlihat di seluruh Gaza menjelang peringatan satu tahun kematian jenderal Iran, menurut pengguna media sosial Palestina.

Orang-orang Arab dengan cepat mengkritik spanduk tersebut dan pejabat Israel juga mengutuk mereka sebagai pemuja pembunuh.

“Sebuah pertanyaan untuk orang-orang di Gaza: Apakah Anda mengharapkan orang Arab untuk bersimpati dengan Anda dan tujuan Anda ketika mereka melihat Anda mendirikan patung pembunuh Suriah, Irak, Yaman dan Lebanon?,” kata Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee di Twitter dalam bahasa Arab.

Beberapa spanduk yang sama sekarang tampaknya telah dibongkar warga Gaza, menurut video yang dibagikan pengguna media sosial Palestina.  Seorang pria yang merekam perobekan spanduk di Gaza juga  menggambarkan Soleimani sebagai pembunuh Suriah dan Irak.

Gambar dalam spanduk itu bertuliskan teks dari pidato pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di pemakaman Soleimani di Teheran. “Komandan martir Qassem Soleimani yang menghabiskan hidupnya mendukung perlawanan. Dia adalah martir al-Quds (Yerusalem),” bunyi teks itu.

Berita Terkait: Bela Palestina, Massa FPI Aceh Ajak Boikot Produk AS dan Israel

Beberapa spanduk Soleimani lainnya juga telah diturunkan dan dirusak. Gambar dan video yang dibagikan pengguna media sosial Palestina menunjukkan aksi tersebut.

Padahal hubungan antara Syiah Iran dan Sunni Hamas sempat memburuk pada tahun-tahun awal konflik Suriah setelah Hamas menolak untuk mendukung sekutu Iran Presiden Suriah Bashar al-Assad melawan pemberontak Sunni.

Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds, sayap militer luar negeri Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, meninggal dalam serangan udara AS di bandara internasional Baghdad pada 3 Januari.

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan pada Ahad (27/12)  bahwa kelompok itu menerima Rp 312 miliar uang tunai dari Soleimani selama kunjungan ke Teheran pada 2006. Tindakan ini menuai kritik dari orang-orang Iran yang menuduh rezim memprioritaskan jaringan kelompok proxy atas warganya.

Demonstran Iran telah menyuarakan penentangan mereka terhadap kebijakan luar negeri Teheran dan menuduh rezim menyia-nyiakan sumber daya negara untuk milisi asing.

Dalam tiga gelombang protes anti-pemerintah pada tahun 2009, 2017 dan 2019, mereka menggunakan nyanyian populer “Bukan Gaza, bukan Lebanon,  Saya memberikan hidup saya untuk Iran”, mengacu pada dukungan Teheran untuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.

Sumber: Republika.co.id

Komentar