PM, Blangpidie-Jelang pelaksanaan ujian nasional (UN) pada 14 April 2014 mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memberlakukan jam belajar tambahan bagi para siswa mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs Yusnaidi MPd melalui Sekretarisnya, Edwar Taufik SPd Mat kepada wartawan, Selasa (4/3) mengatakan, program tambahan jam belajar bagi siswa tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Abdya serta untuk mendongkrak nilai dan angka kelulusan di ajang UN nantinya.

“Jam belajar tambahan ini kita berlakukan pada siang hari, artinya siswa sekarang wajib belajar pagi hingga sore hari,” ujarnya.

Selain telah memberlakukan jam belajar tambahan, lanjut Taufik, pihak Disdik Abdya juga sudah melakukan sosialisasi UN  kepada wali siswa agar para orang tua siswa tahu tentang bagaimana proses kelulusan anak melalui UN itu.

“Sekitar sepekan yang lalu pihak Disdik Abdya telah melakukan ujian try out disetiap sekolah,” sebutnya

Lebih lanjut dikatakan Taufik, hingga saat ini koordinasi dengan pihak sekolah semakin ditingkatkan, bahkan Kepala Dinas Pendidikan Abdya telah memetakan hasil UN tahun lalu dihadapan seluruh kepala sekolah, dengan tujuan dapat mengatahui secara langsung dimana letak kelemahan dan kekurangan hasil UN pada masa itu.

“Harapannya, seluruh kepala sekolah dapat memperbaiki dimana letak kekurangan yang selama ini melanda hasil UN di Abdya, paling tidak hasil UN tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Taufik.

Untuk penambahan jam belajar bagi para siswa itu, lebih diutamakan pada mata pelajaran yang di UN-kan, sehingga secara tidak langsung para siswa telah dibekali dengan soal-soal yang berstandar nasional dan nantinya dapat mendongkrak prestasi mereka.

Beragam upaya telah dilakukan Dinas Pendidikan Abdya untuk meningkatkan hasil UN tahun ini, seperti pertukaran guru dari sekolah A ke sekolah B, agar para siswa tidak merasa jenuh dalam belajar.

“Sistim persilangan guru telah kita terapkan dan ini hanya berlaku pada jam tambahan saja. Sebab para siswa biasanya mudah jenuh dan bosan dengan guru yang sudah biasa ia hadapi, maka dari itu, cara seperti itu nantinya dapat memotivasi siswa dalam belajar,” jelasnya.

Terakhir, Taufik mengingatkan, UN merupakan ajang atau sarana untuk latihan, UN bukanlah sebuah akhir terhadap penilaian berhasil atau tidaknya siswa. Sebab, keberhasilan tidak hanya ditunjukkan melalui hasil UN. Karena itu, siswa-siswi yang akan mengikuti UN supaya tidak cemas.

“Hadapilah UN dengan kelapangan dada dan kebesaran jiwa. Para siswa harus memiliki keyakinan menghadapi UN. Sebab, dengan apa yang sudah dipersiapkan pasti terlampui dengan hasil yang maksimal,” demikian tutur Taufik. (Syahrizal)

Komentar