Banda Aceh—Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A Karim meminta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) membenahi dokumen proyek sebelum dilakukan pelelangan sehingga pembangunan benar-benar dapat diselesaikan tepat waktu dan  sasaran serta berkualitas.

“Semuanya harus dipacu dan sesuai dengan dokumen. Dokumen proyek juga harus dibenahi sehingga masyarakat bisa melihat bahwa kita juga membenahi sistem pengendalian proyek,” katanya di Banda Aceh, Rabu (9/5).

Hal tersebut disampaikan setelah menggelar rapat pimpinan bersama sejumlah SKPA terkait laporan perkembangan serta realisasi fisik dan anggaran proyek yang bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) 2012.

“Yang kita butuhkan tidak hanya capaian realisasi fisik dan keuangan tetapi juga menyangkut upaya pembenahan sehingga dokumennya bisa lebih baik,” kata Tarmizi A Karim didampingi Kepala Percepatan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Taqwaddin.

Penjabat gubernur juga meminta SKPA yang laporan realisasi fisik dan keuangannya terlalu kecil harus segera dipacu sehingga tahun anggaran berakhir bisa mencapai 100 persen.

“Itu penting sebab masyarakat menantikan manfaat dari pembangunan dan perputaran uang di daerah ini,” katanya.

Terkait dengan laporan realisasi fisik dan keuangan APBA 2012 yang totalnya mencapai Rp9,511 triliun, gubernur menyatakan capaian kinerja pemerintah belum mengembirakan.

Disebutkan realisasi keuangan posisi saat ini mencapai 12,64 persen dari target yang ingin dicapai sebelumnya pada awal Mei 2012 sebesar 20 persen, sementara keuangan baru 12,6 persen dari target 18 persen.

Untuk tanda tangan kontrak kerja hingga saat ini mencapai 30 persen dan pekerjaan delapan persen serta uang muka yang telah ditarik rekanan proyek sebesar tujuh persen.

“Saya meminta untuk ditingkatkan dan gunakan seluruh sumber daya secara maksimal guna mengejar capaian kerja yang diharapkan,” kata  Tarmizi A Karim.[ant]

Komentar