Penjara

Banda Aceh—Polisi membekuk kembali 23 orang dari 42 napi dan tahanan Lembaga Permasyarakatan Meulaboh, Aceh Barat, yang kabur pada Selasa (8/5). Sementara 19 orang lagi diperkirakan masih bersembunyi di seputaran lokasi LP Kelas II-B itu.

“Sebanyak 23 penghuni LP yang kabur itu juga ditangkap tidak jauh dari lokasi LP di Kecamatan Meureubo,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto, Rabu (9/5).

Kapolres mengatakan pihaknya menerjunkan 150 personel Polri dibantu TNI sejak Selasa (8/5) malam melakukan pengepungan, khususnya di kawasan Kecamatan Meureubo. “Difokuskan di sana karena semuanya kami perkirakan masih berada di daerah tidak jauh dari LP,” katanya.

Kapolres Artanto menjelaskan, dari 23 napi tertangkap itu ditemukan dalam tiga tahapan, yakni pada Selasa (8/5) malam sebanyak delapan orang, kemudian Rabu pagi 13 orang, dan terakhir pada Rabu petang dua orang. “Saat ini, semua yang tertangkap sudah dikembalikan ke LP Meulaboh,” katanya.

Menurut dia, seluruh napi yang belum ditemukan itu diperkirakan masih bersembunyi di dalam hutan dan rumah warga di Kecamatan Meureubo, seperti kawasan Peunaga Paya, Langung, Alu Peunyareng (Alpen), Ujong Tanoh Darat, dan Ujong Tanjong.

Kapolres mengatakan saat ini seluruh titik pengepungan sudah disiagakan personel Polri dan TNI dan sebagian besarnya masuk ke dalam lokasi pedalaman yang terindikasi kemungkinan tempat persembunyian para napi yang sudah berada di luar LP itu. “Saat ini seluruh anggota yang kita libatkan membantu pencarian masih siaga di lokasi melakukan penyisiran sejak tadi malam hingga sore ini belum berhenti, karena ada informasi mereka akan dijemput,” tegasnya.

Kapolres Artanto menambahkan, dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh petugas yang mencari tidak sampai melakukan penembakan serius. “Penembakan diperbolehkan hanya sekedar melumpuhkan,” katanya.

Kaburnya para tahanan di LP Meulaboh tersebut, kata dia, karena keteledoran para petugas di LP. “Makanya para tahanan begitu mudah membobol dan lari melalui pintu depan utama,” katanya.

Karena itu, ia mengharapkan kepada pihak LP dapat melakukan evaluasi terhadap petugas dan harus melakukan penambahan petugas di LP. “Perlu ada penambahan. Memang saat kejadian kaburnya napi itu, para petugas sedang lengah, namun sempat juga terjadi pengancaman terhadap petugas,” katanya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan Kepolisian Meulaboh atas napi yang tertangkap kembali itu didapat informasi bahwa otak pelaku pelarian napi ada satu orang, bernama Safrijal alias tersangka Rijal, alias Abo alias Saifullah. Dia tercatat beralamat di Ceubrek, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen. Kejahatan yang dilakukannya adalah perampokan pada 2011.[ant]

Komentar