PM, Banda Aceh – Sejumlah perwakilan lembaga masyarakat sipil di Aceh menelurkan pernyataan bersama menyikapi kondisi terkini terkait Pemilu 2019, Jumat (8/2). Salah satunya, semua pihak wajib mengedepankan pendidikan politik yang sehat.

“Kami mengajak semua unsur masyarakat, termasuk para elit, aktor politik, parpol, caleg, maupun penyelenggara pemilu untuk mengedepankan politik yang bermartabat, demi tercapainya pemilu yang berkualitas,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.

Perwakilan dari Aceh Institute, Saiful Akmal melanjutkan, Pemilu merupakan ajang untuk adu ide, adu program dan adu kewarasan.

“Bukan malah menjadi ajang adu ujaran kebencian (hate speech), berita bohong (hoax), kampanye hitam dan negatif (negative and black campaign), dan saling serang tanpa substansi yang berujung kepada semakin kacaunya kondisi di tengah masyarakat,” kata dia.

Terakhir, pihaknya menegaskan siapapun yang melakukan praktik kampanye politik uang atau money politic untuk ditindak tegas, sebagaimana aturan yang berlaku. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak terjebak apalagi menerima praktik demikian.

“Selain itu, kami melihat perhatian publik semata tertuju pada Pilpres sehingga mengabaikan kontestasi Pileg. Karenanya kami mengajak memantau seluruh pemilihan itu bersama-sama,” tandasnya.

Untuk menindaklanjuti keberlanjutan agenda strategis bersama itu, mereka akan kembali bertemu pada hari Selasa, 12 Februari 2019 di Sekretariat Forum LSM Aceh.

“Kami mengajak semua elemen sipil untuk sama-sama berkontribusi dan bersinergi,” ujarnya.

Adapun beberapa elemen masyarakat sipil yang tergabung, diantaranya: Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Forum LSM Aceh, Padebooks, Balai Syura, KontraS Aceh, Walhi, ICAIOS, Aceh Institute, Komunitas Kanot Bu, Komunitas Turun Tangan, serta dari unsur akademisi dan media massa. (rel)

Komentar