Dua Balita di Aceh Besar Tenggelam, Tim SAR Temukan dalam Kondisi Tak Bernyawa

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban anak di bawah umur yang tenggelam di sungai Desa Sihom Lhok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (19/3/2025). Korban ditemukan meninggal dunia. Foto: Basarnas Banda Aceh
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban anak di bawah umur yang tenggelam di sungai Desa Sihom Lhok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (19/3/2025). Korban ditemukan meninggal dunia. Foto: Basarnas Banda Aceh

PM, Aceh Besar – Dua balita, Harsya (4) dan Rayan (3,5), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa Sihom Lhok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (19/3/2025).

Kedua bocah tersebut sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga, sehingga tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polsek Indrapuri, Koramil Indrapuri, BPBD Aceh Besar, serta masyarakat setempat langsung melakukan operasi pencarian.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat kedua korban bermain di sekitar sungai pada sore hari. Namun, hingga pukul 20.00 WIB, mereka tak kunjung pulang. Saat dilakukan pencarian, keluarga menemukan sepeda dan sandal korban di tepi sungai, sehingga diduga kuat keduanya tenggelam.

Tim SAR yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi kejadian. Pada Selasa (18/3/2025) pukul 20.15 WIB, korban pertama, Harsya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi tenggelam. “Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 00.40 WIB, korban kedua, Rayan, juga ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar Ibnu dalam keterangannya, Kamis (19/3/2025).

Setelah ditemukan, kedua jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Proses Pencarian

Ibnu Harris menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam tiga kelompok. Tim pertama menyisir sungai menggunakan perahu karet, tim kedua melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai, sementara tim ketiga menyusuri tepian sungai.

Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan, termasuk perahu karet, alat selam, alat komunikasi, serta kendaraan penyelamat. Lokasi kejadian berjarak sekitar 22 km dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh dengan waktu tempuh sekitar 34 menit.

Imbauan untuk Masyarakat

Sebagai langkah pencegahan, Ibnu Harris mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area berisiko seperti sungai dan perairan terbuka.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Posyandu
Pj Ketua TP PKK Aceh, Safriati Safrizal, bersama Ketua Umum TP-PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Pusat, Tri Tito Karnavian bersama rombongan dalam tema acara Temu Kader PKK dan Sosialisasi Kader Muda di Gedung Serba Guna LANUD Maimun Saleh, Selasa 1/10/2024. Kota Sabang. Foto: Biro Adpim

Pj Ketua TP PKK Aceh dan Tri Tito Karnavian Gelar Temu Kader PKK serta Sosialisasi Kader Muda di Sabang

1000606603
PJ Gubernur Aceh, Bustami Hamzah saat menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di istana Negara bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kamis, 13 Juni 2024. (Foto: Sekretariat Kabinet)

Rapat Terbatas Bersama Presiden, Pj Gubernur: PON Bangkitkan Semangat Pembangunan dan Perekonomian Aceh