SAVE 20201201 083505

PM, Takengon – Dinas Sosial Provinsi Aceh menyerahkan 39.125 lembar masker kain dan 10.785 masker medis untuk para siswa dan guru yang ada di sekolah-sekolah di Aceh Tengah, baik yang berada di bawah Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, dan sekolah-sekolah swasta.

Penyerahan masker tersebut dalam rangka Gerakan Masker Sekolah atau GEMAS Pemerintah Aceh yang diselenggarakan di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri memimpin rombongan saat menyerahkan masker kain dan medis untuk Kabupaten Aceh Tengah yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar di pendopo bupati setempat, Senin (30/11/2020).

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri dalam sambutannya mengatakan, ancaman penyebaran Virus Corona sampai sekarang masih memprihatinkan.

Meski secara medis penanganan infeksi Covid-19 di Aceh sudah berjalan cukup baik, namun tidak boleh lengah, sebab dari hari ke hari warga Aceh yang terinfeksi virus ini masih terus bertambah.

Oleh karena itu, sosialisasi tentang protokol kesehatan harus terus ditingkatkan. Langkah ini dinilai sangat penting, sebab pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga mengganggu sektor-sektor lainnya.

“Itu sebabnya Pemerintah Aceh menjalankan banyak program guna mengantisipasi dampak virus ini. Antara lain, Pemerintah Aceh telah menjalankan Gerakan Aceh Mandiri Pangan atau GAMPANG untuk mengantisipasi dampak Covid-19 terhadap ketersediaan bahan pangan di Aceh,” kata Alhudri.

Lalu ada Gerakan Gebrak Masker Aceh atau GEMA yang tujuannya untuk menyosialisasikan pentingnya penggunaan masker untuk melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.

Berikutnya menyusul Gerakan Nakes Cegah Covid-19, atau GENCAR yang fokus untuk mendukung sistem kerja tenaga Kesehatan dalam pemulihan dan penanganan pasien Covid-19.

“Alhamdulillah, semua gerakan ini telah memberi hasil menggembirakan, tentunya atas dukungan Bapak Bupati Aceh Tengah, Bapak Kapolres, Bapak Dandim dan jajarannya. Memasuki bulan November ini penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Aceh terus berkurang,” lanjut Alhudri.

Meski demikian, katanya, upaya pencegahan ini tidak boleh berpuas diri. Terobosan baru harus terus dilakukan untuk bisa menekan dampak Covid-19 hingga ke titik terendah. Salah satu terobosan itu adalah menjalankan Gerakan Masker Sekolah atau GEMAS.

Kegiatan ini akan menyasar dunia pendidikan, khususnya pelajar dan guru di seluruh Aceh. Apalagi direncanakan sistem belajar tatap muka akan dimulai Januari mendatang.

Alhudri menuturkan, GEMAS bertujuan untuk pembelajaran tentang Pencegahan Covid-19 melalui wali kelas dengan modul yang sama, dan praktek penggunaan masker kepada siswa dan siswi oleh wali kelas, yang keduanya sudah dilakukan sosialisasi dan pembekalan pada tanggal 23-24 November 2020 kepada seluruh kepala sekolah dan guru, melalui Vidcon 7 (tujuh) angkatan.

Program GEMAS ini akan menyasar 6.783 sekolah se-Aceh dan 39.389 rombongan belajar. Sebanyak 117.712 guru dilibatkan dalam program ini untuk memastikan bahwa 1.081.174 peserta didik di Aceh selalu memakai masker dengan benar.

Adapun masker yang diserahkan sebanyak 95 persen sumbernya merupakan bantuan dari BNPB, dan 5 persen dari Kementerian Kesehatan. Sementara spanduk dan brosur yang turut dibagikan merupakan donasi dari partisipasi SKPA dan mitra kerja dari beberapa perusahaan.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Tengah ini, sasaran Program GEMAS sesuai dengan data Dapodik dan Emis, adalah sebanyak 355 sekolah, 37.504 siswa, 1.621 rombel, dan 5.394 guru, yang terdiri dari, kewenangan kabupaten/Kota terdapat 246 Sekolah yang terdiri dari 197 SD, dan 49 SMP.

Kemudian kewenangan Kemenag ada 75 Madrasah, yang terdiri 33 MI, 25 MTs, dan 17 MA. Sementara kewenangan Pemerintah Aceh ada 34 sekolah, yang terdiri 19 SMA, 6 SMK, dan 9 SLB.

“Selanjutnya kami harapkan dukungan lanjutan dari Bapak Bupati Aceh Tengah, untuk menyerahkan logistik GEMAS untuk  diserahkan langsung kepada kepala sekolah melalui Kadisdik, Kankemenag dan Ka.Cabdin di Aceh Tengah.”

“Terkait dengan terbatasnya waktu dan  logistik, maka jika ada kekurangan kami mohon maaf dan kami minta agar masing-masing kepala sekolah untuk bisa mengambil inisiatif yang diperlukan,” tambahnya. (*)

Komentar