PM, Jantho – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Zulfikar SH, meminta Pemerintah setempat melalui Dinas terkait, untuk mencari solusi bagi sejumlah pedagang di Pasar Percontohan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Permintaan tersebut, menyusul keluhan belasan pedangan di pasar modern yang diresmikan pada awal tahun 2017 lalu. Pasalnya, saat ini para pedagang mengaku rugi akibat sepinya pembeli yang datang ke pasar tersebut.

“Beberapa hari lalu, masyarakat menyampaikan keluhannya terkait sepinya pembeli. Mereka sering mengalami kerugian karena tak ada yang belanja,” ujar politisi Partai NasDem ini, kepada PIKIRANMERDEKA.CO, Rabu (9/5).

Menurut Zulfikar, sepinya pembeli di pasar percontohan tersebut akibat banyak pedagang yang tidak membuka gerai yang telah disewa di lokasi tersebut. Pedagang lebih memilih berjualan di lokasi pasar kaget yang terletak tidak jauh dari pasar Lambaro.

“Mereka malah menjadikan gerai ini sebagai gudang, sementara tempat berjualan di kawasan rel kereta api. Kondisi ini lah yang membuat sepi pengunjung,” tambah Zulfikar.

Dalam pertemuan dengan sejumlah pedagang tersebut, sambung Zulfikar, mereka meminta agar Pemkab Aceh Besar melalui dinas terkait untuk bersikap tegas. Selain itu, kata dia, para pedagang juga meminta agar Pemkab Aceh Besar selaku pengelola untuk memberikan lokasi di dekat pasar modern sebagai lokasi mereka berjualan menjelang puasa dan lebaran Idul Fitri.

“Keluhan ini sudah kita sampaikan kepada Bupati, kita berharap ada solusi dari pemerintah bagi para pedagang. Sehingga mereka bisa mencari rezeki untuk sementara waktu,” pungkasnya.()

Komentar