Bantu Warga Miskin, Kodim 0113/Gayo Lues Bedah Lima Rumah Tidak Layak Huni

Bantu Warga Miskin, Kodim 0113/Gayo Lues Bedah Lima Rumah Tidak Layak Huni
Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Inf Richard Harison.

PM, GAYO LUES – Lima rumah tidak layak huni (RTLH) di lima Kecamatan dalam Kabupaten Gayo Lues dibedah Kodim 0113/Gayo Lues, agar warga miskin bisa menempati rumah yang layak huni.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Inf Richard Harison, Selasa (15/12) mengatakan, bedah rumah itu sudah dilakukan sejak bulan November kemarin. Semuanya sudah rampung, karena sistim pengerjaannya melalui gotong royong TNI dengan warga dibantu salah satu tukang yang ahli.

“Semua rumah yang kita bedah sudah siap, dan masing-masing lokasinya berada di Desa Tampeng Kecamatan Kute Panjang, Desa Rumpi Kecamatan Terangun, Desa Pasirran Kecamatan Rikit Gaib, Desa Cempa Kecamatan Blangkejeren, Desa Pining Kecamatan Pining. Sedangkan di Kecamatan Blanjerango, Tripe Jaya, Putri Betung dan Blangpegayon tidak cukup,” jelasnya.

Bantuan bedah rumah itu, kata Dandim, merupakan anggaran dari Kementerian Sosial yang sumber dananya dari APBN. Dari sepuluh rumah yang diusulkan Dandim ke pusat, hanya lima unit rumah yang disetujui Kementerian Sosial.

Menurut Letkol Inf Richard Harison, program bedah rumah ini bukan saja Kodim Gayo Lues, tetapi 16 Kodim yang ada di seluruh Aceh juga mendapat bantuan bedah rumah tidak layak huni dengan jumlah masing-masing lima unit.

“Kita mengutamakan bedah rumah warga yang kondisinya memprihatinkan. Seperti rumah janda, anak yatim dan warga miskin yang tidak mempunyai tanah dan ternak. Semua rumah yang kita bangun berkonstruksi kayu, serta menganti atap dan membuat lantai yang bagus,” terang Richard Harison. [PM007]

 

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Tari Saman Gayo akan Tampil Keliling Eropa
Ribuan penari laki-laki tampil pada pagelaran tari tradisional Saman massal di stadion Seribu Bukit, Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (13/8/2017). Pagelaran Tari Saman yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda itu diikuti 12.262 peserta dari berbagai komponen masyarakat termasuk PNS, aparat TNI/Polri. Menurut catatan Museum Rekor Indonesia (MURI), peserta yang ikut berjumlah 12.262 orang, memecahkan 'rekor tarian kolosal dengan penari terbanyak di dunia'. Di tahun 2014, rekor serupa hanya diikuti oleh 5.057 penari.

Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Tari Saman Gayo akan Tampil Keliling Eropa