(Foto/Humas Banda Aceh)

PM, Banda Aceh – Bertepatan dengan peringatan Hari HAM Sedunia ke-71, Kota Banda Aceh menyabet penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM). Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Selasa (10/12) di Gedung Merdeka, Bandung.

Peringatan hari HAM Sedunia dihadiri oleh Menkopolkam, Mahfud MD, Menkumham, Yasonna Laoly, Dirjen Hak Azasi Manusia Kemenkumham serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selaku tuan rumah. Mahfud dan Yasonna Laoly ikut menyerahkan penghargaan tersebut kepada para kepala daerah.

“Dengan penghargaan ini, semakin meningkatkan motivasi kami dan jajaran Pemko Banda Aceh terkait pemenuhan hak-hak dasar masyarakat kota serta upaya-upaya perlindungan, penegakan dan pemajuan hak asasi manusia,” kata Aminullah.

Capaian ini juga menunjukkan Banda Aceh sebagai kota yang toleran. Banda Aceh tidak pernah terjadi konflik berlatar belakang agama dan etnis. Meski Islam sebagai agama mayoritas penduduknya, tapi pemeluk agama lain yang minoritas sangat nyaman melakukan aktifitas mereka di ibukota Provinsi Aceh ini.

“Dengan kondisi ini, Banda Aceh mendapatkan penghargaan sebagai kota terbaik penanganan konflik sosial beberapa waktu yang lalu yang diserahkan Wiranto beberapa waktu lalu. Prestasi ini juga menunjukkan tingkat pemahaman HAM masyarakat Kota Banda Aceh,” sebut dia.

Ke depan, ia mengatakan Pemko akan terus meningkatkan pemahaman HAM aparatur dan masyarakat kota, dengan harapan, prestasi ini dapat dipertahankan dalam kebijakan pemerintah Kota Banda Aceh.

“Meningkatkan layanan publik, memberi jaminan hak kesehatan, pemenuhan hak pendidikan hingga perumahan layak huni juga menjadi tugas yang akan terus dijalankan Pemko Banda Aceh,” kata dia.

Adapun dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, hanya 272 daerah yang mendapatkan penghargaan ini. []

Komentar