IMG 20210903 121406
Penyerahan 500.000 Dosis Vaksin AstraZeneca Photo credits: Timothy Tobing | DFAT

PM, Banda Aceh – “Australia mengirimkan 500.000 dosis vaksin COVID-19 untuk Indonesia, sebagai bagian dari kemitraan dengan tetangga dekat dan rekan strategis kami dalam menanggapi pandemi COVID-19.” Demikian pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Australia, Marise Ann Payne dalam keterangan resmi yang dikirim Kedutaan Besar Australia, Jumat, 3 September 2021.

Payne mengatakan vaksin ini merupakan bagian pertama dari komitmen Australia untuk berbagi 2,5 juta dosis AstraZeneca dengan Indonesia pada tahun 2021. Ini merupakan komponen penting dari paket dukungan kesehatan Australia untuk Indonesia, yang diumumkan pada bulan Juli, sebagai tambahan dari 1.000 ventilator, 700 oksigen konsentrator dan 20.000 rapid tes antigen yang telah dikirimkan.

“Dengan pengiriman vaksin terbaru ini, Australia kini telah berbagi lebih dari 2,5 juta dosis dengan kawasan Indo-Pasifik, sebagai bagian dari komitmen total yaitu berbagi 20 juta dosis hingga pertengahan 2022,” kata Payne.

Selain itu, Australia menyediakan A$101,9 juta untuk mendukung ketersediaan vaksin di Indonesia melalui inisiatif Akses Vaksin dan Keamanan Kesehatan regional senilai A$523 juta. Ini termasuk pendanaan untuk pengadaan vaksin melalui UNICEF dan dukungan pengiriman melalui Bank Dunia, UNICEF dan WHO, dan Kemitraan Keamanan Kesehatan Australia Indonesia.

Kontribusi Australia sebesar A$130 juta untuk COVAX Advance Market Commitment (AMC) juga mendukung kebutuhan vaksin Indonesia dan negara lain yang memenuhi syarat. Sejak Maret tahun ini, COVAX AMC telah memberikan lebih dari 19 juta dosis untuk Indonesia. Selain itu, Indonesia akan mendapat manfaat dari kontribusi Australia sebesar A$100 juta untuk Kemitraan Vaksin Quad bersama Amerika Serikat, Jepang, dan India.

“Australia bekerja erat dengan Indonesia dan mitra lainnya di seluruh kawasan kami untuk meningkatkan akses yang adil terhadap vaksin COVID-19, membantu menyelamatkan nyawa dan mendukung pemulihan ekonomi kita bersama dari pandemi,” pungkas Payne.[]

Komentar