1000631604
Wali Nanggroe Aceh saat berkunjung ke Kazan Federal University (KFU) Republik Tatarstan. [Foto: Istimewa]

PM, Kazan – Setelah sebelumnya menandantangani kerjasama dengan Kazan State Power Engineering University (KSPE), pada Kamis 27 Juni 2024, delegasi Aceh yang dipimpin oleh Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar kembali menandatangani nota kesepahaman dengan Kazan Federal University (KFU) Republik Tatarstan, Negara Bagian Federasi Rusia.

Kehadiran delegasi Aceh disambut langsung oleh.Prof. Danies Nurgaliev, Selaku Vice-Rektor for Petroleum Technologies and Geosciences KFU.

Sebelum penandatangan nota kesepahaman dilakukan, Wali Nanggroe bersama Rektor Unsyiah, Rektor Unimal, dan Rektor UTU, dan Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, Barlian Helmy dan Pj Atase Pendidikan KBRI Moskow Nanag Fadillah, terlebih dahulu diperkenalkan mengenai sejarah terbentuk KFU.

“Vladimir Lenin, salahsatu tokoh nasional berpengaruh di Rusia yang pernah mengenyam pendidikan di Kazan Federal University. Kampus ini memiliki kurang lebih 14.000 mahasiswa saat ini,” kata Prof. Danies Nurgaliev.

Penandatangan nota kesepahaman atau MoU jalinan kerjasama itu berlangsung khidmat. Dokumen-dokumen itu antara lain memuat pengembangan kerjasama internasional dan penguatan hubungan di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Wali Nanggroe, serta pihak dari KFU yaitu Presiden KFU Riyaz Minzaripov, Direktur, Departemen Hubungan Eksternal Olga Vershinina, Direktur, Institut Kedokteran Fundamental dan Biologi Andrey Kiyasov, serta Wakil Direktur Pengembangan Institut Teknologi Informasi dan Sistem Cerdas Irina Maksimova .

Sesuai tradisi, para tamu kehormatan dari Aceh diajak berkeliling ke Museum Sejarah Universitas Kazan dan Auditorium Lenin. Sejumlah mahasiswa asal Indonesia juga ikut serta mendampingi.

Di KFU ada sekitar 65 orang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai jenjang.

Selain itu Nurgaliev mempresentasikan sejumlah kegiatan di KFU, dan menuju ibukota Tatarstan ke tempat-tempat bersejarah.

“Terimakasih kepada pimpinan KFU atas sambutan yang luar biasa ini, dan kita akan bekerja maksimal agar kerjasmaa ini benar-benar bermanfaat bagi kedua belah pihak,” kata Wali Nanggroe.[]