PM, Banda Aceh – Sedikitnya 114 sekolah terdampak bencana di Aceh menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 yang salah satunya diprioritaskan bagi sekolah terdampak bencana.
Dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan, penandatanganan kerja sama itu memulai upaya rekonstruksi dan pemulihan pendidikan di Aceh.
Kesepakatan kerja sama itu dilakukan Kamis lalu di Kota Banda Aceh, yang secara simbolik disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.
“Apa yang telah ditandatangani ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi orang-orang sekitar kita, para siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah di tempat Bapak Ibu untuk mengembalikan kondisi sekolah yang Insyaallah lebih nyaman dan tentunya aman bagi seluruh warga sekolah,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin.
Ia mengatakan, usai penandatanganan tersebut, dana bantuan ditargetkan bisa cair sehingga bisa langsung dieksekusi.
“Kami berharap awal tahun ajaran baru, semoga anak-anak kita sudah bisa belajar dengan nyaman dan aman di sekolah yang baru,” kata Tatang.
Untuk diketahui, dari 114 sekolah yang akan segera direvitalisasi merupakan sekolah di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK yang terdampak bencana khusus di Provinsi Aceh.
Ke-114 sekolah tersebut terdiri atas 99 SMK, 13 SLB, serta 2 PKBM dengan dampak kerusakan ringan hingga hingga rusak berat. []
Belum ada komentar