BPH Migas: Operasional Seluruh SPBU di Tamiang Kembali Normal

BPH Migas: Operasional Seluruh SPBU di Tamiang Kembali Normal
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak. [Ist]

PM, Tamiang – Seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tamiang disebut kembali beroperasi secara normal.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengklaim hal itu usai mengecek langsung operasional SPBU sekaligus mengevaluasi penyediaan serta penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana.

Pemantauan dilakukan pada Sabtu lalu di tiga SPBU yang berlokasi di wilayah Alur Bemban, Tanah Terban dan Seumadam. Saat banjir melanda, dua SPBU di antaranya, yaitu SPBU di Alur Bemban dan Tanah Terban terendam air. Setelah beroperasi kembali, kedua SPBU ini memberikan pelayanan langsung di wilayah terdampak.

Di wilayah Aceh Tamiang, ujarnya, terdapat tujuh SPBU. Pascabencana, seluruh SPBU di Aceh Tamiang menurutnya saat ini sudah kembali normal 100 persen dan beroperasi sesuai dengan regulasi.

“BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan cek fisik ke 2 SPBU yang melayani langsung masyarakat terdampak bencana.” ujar Wahyudi.

Selanjutnya, pemantauan berlanjut ke SPBU di area Seumadam, Aceh Tamiang. SPBU ini berperan juga sebagai SPBU penyangga untuk penyaluran BBM wilayah bencana.

“Penyangga ini artinya, saat terjadi gangguan pada SPBU yang langsung melayani wilayah bencana, dapat dipenuhi atau ditopang oleh SPBU ini. Dalam rangka pemulihan bencana, stok dan distribusi atau penyaluran BBM baik subsidi maupun nonsubsidi berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Dari sisi pasokan, kondisi stok BBM dalam keadaan aman untuk kebutuhan harian. Masyarakat dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari didukung dengan ketersediaaan BBM, baik BBM subsidi dan kompensasi negara serta jenis BBM umum lainnya. Selain memastikan keamanan pasokan serta distribusi, dilakukan juga uji mutu dan akurasi volume BBM yang keluar dari nozzle di SPBU melalui uji berat jenis (densitas).

Usai melakukan monitoring ke tiga SPBU serta evaluasi, pihaknya mengatakan stok BBM di SPBU tersedia dan terpenuhi oleh Pertamina Patra Niaga.

“Kita juga lakukan uji tera, cek warna dan densitas, semua masih dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan. Secara fisik, BBM subsidi dan kompensasi negara kualitas secara warna sama. Secara Ketentuan regulasi, semua terpenuhi,” pungkas Wahyudi. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait