Kejati: Tiga Kasus Penganiayaan dan Penggelapan Diselesaikan dengan RJ

Kejati: Tiga Kasus Penganiayaan dan Penggelapan Diselesaikan dengan RJ
(Ilustrasi/Yuridis)

PM, Banda Aceh – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) menyetujui penghentian penuntutan tiga kasus melalui Restorative Justice atau keadilan restorative dari Kejaksaan Tinggi Aceh.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Hendrizal Husin pada Rabu (18/1/2023) mengatakan, dihentikannya ketiga perkara ini setelah dilakukan ekspose melalui konferensi video di ruang rapat Kajati Aceh.

Ia menjelaskan, ketiga perkara yang disetujui masuk ke dalam keadilan restoratif yaitu:

  1. Kejaksaan Negeri Bireuen, perkara atas nama tersangka Manawiyah Binti Usman yang disangkakan melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan.
  2. Kejaksaan Negeri Bireuen, perkara atas nama Jasmani Binti Harun yang di sangkakan Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan.
  3. Kejaksaan Negeri Aceh Besar, perkara atas nama FARHANDI Bin PUTEH yang di sangkakan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 372KUHP tentang penggelapan.

Hendrizal menambahkan alasan dihentikannya penuntutan ketiga perkara tersebut, di antaranya para tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

“Ancaman tidak lebih dari lima tahun dan tersangka telah mengakui kesalahannya dan telah pula meminta maaf kepada korban dan korban telah memaafkan tersangka dan tidak akan menuntut kembali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perdamaian antara para pelaku dan korban diketahui tokoh masyarakat di lingkungannya. Menurutnya perdamaian ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. [*]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban anak di bawah umur yang tenggelam di sungai Desa Sihom Lhok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (19/3/2025). Korban ditemukan meninggal dunia. Foto: Basarnas Banda Aceh
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban anak di bawah umur yang tenggelam di sungai Desa Sihom Lhok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (19/3/2025). Korban ditemukan meninggal dunia. Foto: Basarnas Banda Aceh

Dua Balita di Aceh Besar Tenggelam, Tim SAR Temukan dalam Kondisi Tak Bernyawa

IMG 20210516 WA0004 660x330 1
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menjemput kedatangan Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar, Minggu 16 Mei 2021. [Dok. Ist]

Investasi di Aceh Harus Libatkan Pengusaha Lokal