UMKM Butuh Perlindungan Hukum dari Ancaman Rentenir Online

umkm
Foto Ilustrasi/Republika.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM membutuhkan perlindungan hukum untuk menghadapi ancaman rentenir online.

Musababnya di tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha kecil rentan terjerat masalah pinjaman dari fintech ilegal atau predatory lending.

“Teknologi sekarang lebih cepat berkembang dan kemampuan pranata hukum, regulasi dari maraknya online P2P yang menjadi rentenir online, pinjaman online abal-abal makin dibutuhkan sekarang, khususnya bagi UMKM,” tutur Sandiaga dalam satu diskusi virtual Sabtu (20/2/2021).

Sandiaga menuturkan pembiayaan non-perbankan seperti P2P lending atau fintech berkembang pesat selama pandemi berlangsung. Sektor keuangan yang sebelumnya hanya dilihat sebagai sarana alternatif ini, pada masa wabah justru berkembang menjadi pendukung sistem perbankan konvensional dan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Perkembangan tersebut didukung oleh pesatnya penggunaan teknologi digital. Namun, untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan, seperti munculnya perusahaan-perusahaan fintech ilegal, Sandiaga memandang perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak.

Di sisi lain, pertumbuhan fintech lending juga didorong oleh kebutuhan pelaku usaha terhadap pembiayaan yang semakin tinggi. Sandiaga mengatakan akses pembiayaan masih menjadi masalah utama bagi pelaku usaha mikro.

“UMKM susah dapat kredit terutama kredit usaha, apalagi kredit investasi. Sebab UMKM tidak punya aset dengan nilai sebagai jaminan kredit, catatan keuangan belum rapi, dan reputasi belum mendukung,” katanya.

Selama masa pandemi Covid-19, Sandiaga mencatat terdapat 60 juta pelaku UMKM yang terimbas krisis. Sebanyak 85,42 persen di antaranya bahkan hanya mampu bertahan sampai satu tahun. UMKM, tutur Sandiaga, terkena terdampak pandemi karena mengalami pelemahan dari sisi pasokan dan permintaan.

Sumber: TEMPO

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20230314 WA0004 660x330 1
Sekretaris Daerah Aceh, Bustami saat menyampaikan sambutan dan menutup secara resmi Expo Enterpreneur 2023, yang telah digelar selama empat hari (10-13 Maret 2023), di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (13/3/2023) malam. [Dok. Humas]

Sekda Aceh Tutup Expo Enterpreneur 2023, Nilai Transaksi Capai Rp3 Miliar

mualem temui dubes timteng bahas investasi
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, foto bersama Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri beserta Duta Besar Timur Tengah untuk Indonesia lainnya, usai melakukan audiensi di Emirati House, Jakarta, Sabtu, (5/7/2025) malam. [Dok. Humas]

Mualem Temui Dubes Timteng: Investasi di Aceh Jangan Cuma Wacana

SAVE 20210331 184711
Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Workshop Akuntabilitas Kinerja Perusahaan Air Minum seluruh Aceh yang digelar oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh dan Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi), di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Rabu, (31/3/2021). [Dok. Ist]

Distribusi Air PDAM di Aceh Seharusnya Bisa 24 Jam