WH dan Polisi Razia Kawasan Point E di Malam Valentine

WH dan Polisi Razia Kawasan Point E di Malam Valentine
Pasangan non muhrim dan berbusana tidak islami diamankan WH Aceh Utara di malam valentine.

PM,LHOKSUKON—Satuan Binmas Polres Aceh Utara dan Wilayatul Hisbah (WH) menggelar razia di malam valentine. Dalam razia antara Sabtu (13/2/2016) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (14/2/2016) pukul 03.00 WIB itu, berhasil diamankan 12 pasangan non-muhrim yang tidak memakai busana islami.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Utara Fuad Mukhtar melalui Ketua WH Mursalin kepada Pikiran Merdeka menyebutkan, selain untuk mengantisipasi perayaan malam valentine kalangan remaja di kawasan Point E, Kecamatan Nibong, turut dirazia lapak judi di Kecamatan Matangkuli. Hanya saja pelaku berhasil kabur.

“Setelah dikumpulkan di Masjid Nurul Iman Nibong, mereka diminta menandatangani surat perjanjian tidak mengulang lagi perbuatannya. Setelah diberi pembinaan, juga dipanggil orang tua masing-masing. Lalu mereka diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Dijelaskan, di lapak judi pihaknya hanya menemukan kartu domino dan kertas untuk menghitung angka. “Pelaku judi itu menyadari kedatangan petugas, mengingat jarak tempuh ke lokasi harus berjalan kaki selama 20 menit,” tukas Mursalin.[]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

D765BEC3 64A1 4AA4 972D 6AC373A2D84A
Dua komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kedua kanan), dan Aminudin (kanan) berbicara dengan polisi di sela pemeriksaan tiga mobil yang dikendarai polisi dan enam laskar FPI dalam kasus penembakan anggota FPI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12/2020). Setelah pemeriksaan terhadap tiga mobil yang digunakan saat kasus penembakan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 tersebut, Komnas HAM akan menindaklanjuti hasil balistik, siapa saja yang menembak, dan cek darah dari anggota FPI. ANTARA FOTO/Aditya

Komnas HAM Nilai Kematian Laskar FPI Sebagai Tindakan Pelanggaran HAM