Ilustrasi

 

PM, Lhokseumawe –  Ribuan warga perbatasan di Desa Krueng Baro, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, masih kesulitan akses kesehatan. Hal itu diakibatkan tidak adanya tempat pelayanan kesehatan di daerah itu.

Menurut Kepala Desa Krueng Baro, Muzakkir Ilyas, Puskesmas pembantu (Pustu) sudah selayaknya dibangun di desa terpencil. Sehingga masyarakat tidak kesulitan memperoleh penanganan medis, baik penyakit berat atau darurat seperti ibu melahirkan, pendarahan dan lainnya.

”Fasilitas kesehatan masih kurang kali. Misalnya, masalah posyandu, gizi untuk anak-anak dan ibu hamil dan kesehatan lainnya. Sekurang-kurangnya ada polindes,” kata  Muzakir, Kamis (06/08/2015).

Ia meminta Pemkab Aceh Utara segera membangun pusat kesehatan di kawasan perbatasan tersebut. Karena jarak tempuh yang dilalui masyarakat di perbukitan untuk memperoleh pengobatan begitu jauh sekitar tujuh kilometer dengan menguras biaya transportasi ojek Rp15 hingga Rp20 ribu per orang.

”Kalau kami berobat ke Puskesmas Sawang sama  jaraknya berobat ke Puskesmas Gandapura, Bireun. Bagaimana kalau darurat tentu bisa-bisa warga sakit tak tertolong akibat jarak tempuh dan ruas jalan yang dilalui terjal dan rusak parah. Jangan abaikan kami di pelosok sini,” keluhnya.

Desa Krueng Baro terletak di perbatasan Kabupaten Aceh Utara dengan Kabupaten Bireun. Pedalaman itu berjarak sekitar 80 Kilometer dari arah timur Kota Lhokseumawe. (PM003) 

 

Komentar