korban banjir aceh timur
Pengungsi di Desa Blang Rambong, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, memasak di pinggir jalan akibat rumah mereka terendam banjir, Sabtu (9/1/2021). [Antara Aceh/HO]

PM, Idi – Sedikitnya 60 rumah di kawasan Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur masih terendam banjir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi, kepada Antara, Minggu (10/1/2021) mengatakan banjir di kecamatan tersebut merupakan banjir kedua setelah terjadi pada awal Desember lalu.

Adapun 60 rumah masih terendam di sejumlah desa, seperti Desa Blang Rambong sebanyak 30 unit dan Desa Jambo Reuhat juga 30 unit.

“Warga yang rumahnya terendam memilih mengungsi ke sejumlah lokasi di Banda Alam. Di siang hari mereka kembali mengingat rumah dalam keadaan kosong,” kata Ashadi. Ia berharap warga tetap di pengungsian malam hari, apalagi di tempat tersebut sudah tersedia logistik.

Sementara itu, banjir di beberapa titik lainnya di Aceh Timur berangsur surut. Seperti di Kecamatan Peureulak Timur, Peureulak Barat dan Kecamatan Peureulak.

Begitu juga dengan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Birem Bayeun dan Kecamatan Sungai Raya yang ikut surut. Serta di Kecamatan Indra Makmu, Kecamatan Julok, dan Kecamatan Simpang Ulim yang dilanda banjir dua hari sebelumnya.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama di sepanjang daerah aliran Krueng Arakundo mewaspadai banjir luapan karena potensi hujan masih terjadi di pegunungan,” kata Ashadi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur Saiful Basri mengatakan pihaknya meliburkan sekolah karena banjir menggenangi halaman dan ruang belajar.

“Sekolah-sekolah di beberapa kecamatan dilanda banjir sempat diliburkan. Tapi, sekarang sudah mulai surut dan mulai awal pekan depan sudah bisa dibuka kembali,” katanya.

Sumber: ANTARA

Komentar