ibrahim hasyim warta pertamina agustus

PM, Banda AcehInnalillahi wa innailaihi raji’un. Salah satu tokoh migas asal Idi Rayeuk, Aceh, Ibrahim Hasyim meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Kamis, 5 Agustus 2021 sekitar pukul 13.10 WIB. Ucapan bela sungkawa langsung memenuhi halaman media sosial mantan Komisioner BPH Migas tersebut sejak beberapa jam terakhir.

Ibrahim Hasyim semasa hidup dikenal sebagai profesional migas dan pakar energi Indonesia. Semasa kecil, Ibrahim Hasyim menghabiskan masa kanak-kanaknya dalam lingkungan keluarga yang bekerja di pemerintahan dan pedagang. Pendidikan dasar almarhum diawali dari Sekolah Rendah Islam selanjutnya SMP dan SMA di Idi Rayeuk.

Beranjak remaja, almarhum melanjutkan pendidikan di Akademi Minyak dan Gas Bumi di Cepu tahun, kemudian S1 di Fakultas Ekonomi (ekstension) Universitas Indonesia. Almarhum juga pernah mengenyam S2 Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Labora dan pernah meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) pada 2007 lalu.

Almarhum mengawali karir di bidang perminyakan sejak diangkat sebagai pegawai eksplorasi produksi Pertamina di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Dari sinilah almarhum merintis karir menjadi suvervisor di Pertamina Aviation hingga menjadi Komisaris Utama PT Patra Dok Dumai dan Staf Ahli Dirut Pertamina Bidang Hilir.

Iklan Duka Cita Thanthawi Ishak dari BPKA Dan SAMSAT

Pada tahun 2007 hingga 2016, almarhum pernah dipercaya menjabat sebagai anggota Komiter Badan Pengatur Hilir Migas. Tak hanya aktif di bidang migas, almarhum juga dikenal sebagai pimpinan di majalah Global Energi dan kerap mengisi kuliah umum di berbagai universitas, di Indonesia. Pria kelahiran 15 Maret 1950 tersebut juga dikenal memiliki jiwa sosial tinggi dan kerap membantu mahasiswa asal Aceh yang ada di Jakarta.

Almarhum pernah berharap pengelolaan Migas Blok B Aceh Utara yang dilakukan PT Pembangunan Aceh (PEMA) mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 70 persen bagi hasil Migas yang diterima pemerintah Aceh selama ini. Semoga harapan tersebut dapat ditunaikan oleh PT PEMA sepeninggal almarhum nantinya. Selamat jalan tokoh migas Aceh.[]

Komentar