Ketua FFI Simeulue, Rachmat Dirgantara, S.Pi, memberikan sambutan dalam acara rapat koordinasi FFI di aula Bappeda Simeulue, Selasa (22/8). [Pikiran merdeka/Kirfan]

PM, Simeulue – Lembaga Flora dan Fauna International (FFI) Simeulue, menggelar rapat koordinasi Penguatan Penyelenggaraan Kehidupan Adat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah Pulau Pinang, Siumat dan Simanaha (KKLD PISISI), Selasa (22/8).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Bappeda Simeulue di Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, tersebut, bertujuan untuk membantu dan mendampingi masyarakat Simeulue, khusunya para nelayan untuk menyatukan persepsi dalam menetapkan aturan-aturan dalam hukum adat laut, terutama dalam kawasan KKLD PISISI.

“Salah satu bentuk pendampingan kita adalah membuat rapat koordinasi dengan para pihak terkait, baik dari Banda Aceh maupun dari Simeulue,” ujar ketua FFI Simeulu Rachmat Dirgantara, S.Pi dalam sambutannya.

Kata dia, rapat tentang pembahasan hukum adat laut pernah dilaksanakan sebelumnya, namun tidak seperti kali ini, rapat langsung berdampingan dengan Pemkab Simeulue dan leading sektor dari Banda Aceh.

“Rapat tentang pembahasan hukum adat laut, pernah kita laksanakan sebelumnya, namun tidak seperti kali ini, Semoga rapat ini bisa menghasilkan output yang baik,” katanya.

Rapat ini dihadiri Ketua Majelisa Adat Aceh, Perwakilan Pangkalan PSDKP Aceh, Kabag Program MAA Aceh, Kepala Desa, Panglima Laot Lhok dari 3 desa KKLD PISSI, Kapolres Simeulue, Danlanal Simeulue, LSM, Panglima Laot Kabupaten Simeulue, Asisten III Setdakab Simeulue, DKP Simeulue dan Pengurus FFI Simeulue.()

Komentar