Ilustrasi

PM, Blangpidie – Sebanyak 26 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang terbagi dalam 3 regu penjaga keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan, Kabupaten Abdya mengeluh. Pasalnya pihak rumah sakit tidak menyediakan makan minum untuk mereka.

Hamdi, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) mengatakan, setiap personil dalam regu itu, setap harinya terpaksa membawa bekal sendiri dari rumahnya saat bertugas piket di RSUD Teuku Peukan.

“Karena pihak rumah sakit tidak menyediakan makan minum untuk kami,” ungkap Hamdi, Sabtu (7/7).

Seharusnya, kata Hamdi, pihak RSUD Teuku Peukan menyediakan biaya makan minum dan poding untuk petugas piket, karena penempatan personil di rumah sakit tersebut dilakukan atas permintaan pihak RSUD.

“Anggota piket di sana sudah pernah ngadu ke kita terkait biaya makan minum ini. Berhubung di kantor kita tidak tersedia anggaran makan, maka kita sudah pernah sampaikan keluhan petugas itu ke RSUD namun belum diresponnya,” ungkap dia.

Ia juga mengatakan, sebanyak 26 personil Satpol PP yang ditugaskan untuk menjaga kemanan dan ketertiban di rumah sakit tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan, yakni sejak Maret hingga Juli 2018 ini.

“Bagaimana mereka harus beli nasi, sementara gajinya cuma Rp1,1 juta/bulan. Jadi, mereka terpaksalah tiap pergi bertugas piket bawa nasi dari rumah mereka masing-masing untuk bekal makan siang dan malam,” ujarnya.

Kabid Trantip Satpol PP Abdya ini berharap, pihak RSUD Teuku Peukan dapat memperhatikan kebutuhan personil yang bertugas di komplek rumah sakit tersebut, sehingga kinerja mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban bisa lebih meningkat lagi.

“Saat bulan ramdhan dulu pihak RSUD ada menyediakan makan minum untuk saur dan berbuka puasa. Tapi setelah lebaran Idul Fitri tiba ngak di sediakan lagi,” ujarnya.

Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Abdya, Raudhatinur saat dikonfirmasi membenarkan bahwa petugas Satpol PP yang di komplek rumah sakit itu tidak disediakan biaya makan, lantaran di RSUD sendiri tidak tersedia anggaran.

“Terus jika kami plotkan anggaran, mereka belum seutuhnya bertugas di sini. Terus mereka hanya pekerja yang kita minta pada Satpol PP untuk menjaga rumah sakit.  Makanya kami tidak bisa berikan fasilitas apapun, tidak ada dasar,” ujarnya.

Raudha mengakui, pihak RSUD Teuku Peukan sebelumnya meminta petugas Sapol PP pada intansinya untuk ditugaskan menjaga keamanan dan ketentraman di komplek rumah sakit.

“Cuma tenaga mereka yang kami minta di sini. Kalaupun misalnya mereka kami bayar jatah, hanya dengan jasa pelayanan,” ujarnya.

Reporter: Armiya

Komentar