PM, Banda Aceh – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menargetkan, pembebasan lahan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 73 kilometer akan dilakukan dalam dua tahun.

“Insya Allah, pembebasan tol ini akan kita selesaikan dalam waktu dua setengah tahun. Kira-kira pertengahan 2020,” beber Nova usai menyerahkan ganti rugi 20 bidang tanah ruas tol ini di Banda Aceh, Kamis.

Ia mengatakan, seyogyanya pembebasan di ruas jalan tol ini sudah selesai pada pertengahan tahun 2018, tapi masih tejadi permasalahan di lapangan termasuk memenangkan gugatan di pengadilan.

Dewasa ini keberadaan jalan tol di provinsi paling Utara itu sangat dibutuhkan masyarakat, akibat jalur transportasi yang ada selama ini dirasakan tidak lagi cukup memadai bagi mendukung gerak pembangunan di daerah.

“Alhamdulillah, masalah itu dapat kita atasi dengan memperkuat dialog dan musyawarah. Akhirnya

tercapai kata sepakat, dan hari ini kita melakukan seremonial penyerahan ganti rugi atas pengadaan tanah di dua kecamatan, yakni Blang Bintang dan Montasik,” katanya.

“Saya berharap bagi yang telah menerima hari ini 20 bidang dapat memberitahu, dan mengimbau kepada saudara-saudara kita yang lain untuk mendukung pembangunan tol ini. Karena muara nanti pergerakan ekonomi lebih meningkat,” tutur Nova lagi.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo sebelumnya mengatakan, ruas tol Sigli-Banda Aceh terbagi enam seksi, yakni Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13 kilometer (km), dan seksi Blang Bintang-Kutobaro sepanjang delapan km.

Lalu Seksi Kutobaro-Simpang Baitussalam sepanjang lima km, Seksi Padang Tiji-Seulimeum 26 km, Seksi Seulimeum-Jantho sepanjang 6 km, dan seksi Jantho-Indrapuri sepanjang 16 km.

Seperti diketahui,  Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas Sigli-Banda Aceh, Jumat, 20 Juli 2018.

“Dengan ditekennya PPJT ini, maka proses pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh kami targetkan selesai tahun 2022 dengan asumsi pembebasan lahan seluruhnya paling lambat pada Maret 2020,” kata Bintang.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I (BPJN I) Banda Aceh menyatakan, pembebasan tanah untuk pembangunan jalan bebas hambatan Sigli-Banda Aceh ditargetkan tuntas pada 2019.

Ia menyebut, pada tahap awal panjang jalan tol Sigli-Banda Aceh yang akan dibangun mencapai 74 kilometer, dari jarak kedua wilayah itu sepanjang 120 kilometer.

Jalan tol Sigli-Banda Aceh merupakan bagian dari jalan bebas hambatan trans Sumatra. “Pembebasan tanahnya ditargetkan tuntas tahun depan, sedangkan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunannya sudah bisa dilakukan pada 2018,” kata Kepala BPJN I Banda Aceh, Fathurrahman. | Ant 

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA