PM, Blangpidie – Salah seorang karyawan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (26/6) lalu menyampaikan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait BPJS. Hal itu sekaligus menjawab keluhan sebagian pasien RSUD Teungku Peukan sehari yang lalu.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang BPJS yang belum memiliki nomor NIK,” kata karyawan yang enggan menyebutkan namanya ini.

Ia tak tahu menahu jika di Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak tertera nomor induk keluarga (NIK). Diketahui masalah ini menyebabkan pasien terpaksa membayar biaya pengobatan, meski memiliki KIS.

“Saya tidak tahu, kalau mau tahu kenapa tidak ada? tanyakan saja pada Jokowi, karena kartu kesehatan tersebut di buat di jakarta, bukan Abdya,” kilahnya.

Dia menambahkan, sebenarnya kartu tersebut masih berlaku. Hanya saja tidak terdaftar NIK-nya secara online. Selain itu, syarat untuk memperbaikinya sangat mudah, kata dia. Yakni cukup menyodorkan satu lembar fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

“Bawa saja foto kopy KK dan KTP, biar kita buat yang baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Rahmad salah seorang keluarga pasien membantah keras terkait sosialisasi yang diutarakan oleh salah seorang karyawan BPJS Abdya tadi. Kondisi di lapangan, kata Rahmad, sangat bertolak belakang dengan apa yang di sampaikan BPJS.

“Seharusnya sudah disosialisasi secara efektif dan efesien, agar benar-benar tersampaikan kepada lapisan mayarakat bawah. Faktanya, sebagian masyarakat tidak tahu dengan kondisi tersebut, misalnya saya,” ungkap Rahmad.

Ia juga mengaku jenuh, karena persoalan ini sudah berlarut-berlarut. Menurut dia, seharusnya masyarakat hanya tinggal mengurus pasien dan persoalan administrasi di rumah sakit, bukan lagi mengurus hal demikian.

Terakhir Rahmad menyarankan, “Sebaiknya BPJS Abdya mendata dan mensosialisasi ulang kepada masyarakat, bila perlu, buat langsung KIS yang baru, agar masyarakat tidak ribet lagi dengan itu,” tegasnya.

Reporter: Armiya

Komentar