Di tengah keraguan atas kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2018, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tak gerah. Sejumlah persiapan terus dilakukan guna membuktikan kesiapannya.

“Sebagai kabupaten yang dipercaya menggelar event ini tentu kami telah melakukan sejumlah persiapan. Targetnya adalah menjadi penyelenggara yang baik,”kata Ketua Umum PP PORA, Drs Iskandar MSi .

Iskandar mengatakan untuk mendukung berbagai kegiatan di event tersebut, Pemerintah Aceh Besar telah menyediakan lahan seluas 10 hektar bagi pembangunan fasilitas olahraga. Di lahan tersebut juga akan berdiri Jantho Sport Centre (JSC), serta membangun venue yang dapat digunakan untuk kepentingan berkumpul atau pertemuan saat masing-masing cabang olahraga digelar.

Sekretaris PB PORA Aceh Besar, T. Dasya mempersentasikan lokasi Venue dan promosi wisata daerah Aceh Besar pada acara Rakernis KONI Se-Aceh, Minggu, 10/12/2017.

“Sebelumnya luas lahan yang tersedia hanya 5 hektar, tapi menjelang PORA ini kita telah mengadakan lahan tabahan 5 hektar sehingga totalnya 10 hektar. Di samping JSC ini juga akan kita bangun venue panahan, panjat tebing dan basket,” kata Iskandar.

Selain menjadi lokasi bagi cabang olahraga bela diri, JSC direncanakan menjadi lokasi pembukaan PORA 2018. Dengan kesiapan tersebut, seluruh cabang olahraga atau 29 cabang yang dipertandingkan dipastikan akan mengambil tempat di Aceh Besar, kecuali renang, dayung, menembak, dan atletik.

“Untuk renang akan mengambil tempat di Kolam Tirta Pante Pirak, dayung di Lamnyong, menembak di Lapangan Tembak Mapolda Aceh, dan atletik di Stadion Lhongraya. Untuk 25 cabang olahraga lain kita jadwalkan tetap di gelar di Aceh Besar. Untuk arena tenis, futsal, serta rehap stadion Jantho sudah selesai dikerjakan,” ungkap Sekda Aceh Besar ini.

Pembangunan lapangan futsal PORA di Jantho.

Saat ini, kata Iskandar, pihaknnya terus memacu pembangunan venue yang nantinya digunakan untuk tepat berkumpul atau pertemuan saat masing-masing cabang olahraga digelar. Iskandar menargetkan, pembangunan JSC mulai dilakukan Januari 2018. “Pembangunannya (JSC) jadwalkan bisa dimulai Januari 2018. Fasilitas venue yang dibangun berstandar nasional, karena fasilitas ini juga disiapkan sebagai sarana PON 2024,” ujar Iskandar.

Tak hanya itu, Aceh Besar juga menargetkan terpilih sebagai juara umum di ajang empat tahunan itu. Ambisi tersebut dinilai tidak berlebihan setelah berkaca pada prestasi yang diperoleh Aceh Besar pada PORA 2014 di Idi, Aceh Timur.

“Berkaca pada prestasi Aceh Besar di PORA 2014, kami optimis mampu merebut juara umum dan ini tentu harus dengan kerja keras seluruh komponen yang terlibat. Apalagi nanti kita bermain di depan publik sendiri. Jadi tidak cuma tuan rumah yang baik, kami juga harus meraih juara umum,”kata Iskandar.

Drs. Iskandar M.Si, Ketua Umum PP PORA.

Untuk suksesnya PORA, tambah Iskandar, Pemkab Aceh Besar juga menyediakan anggaran khusus untuk perhelatan tersebut. Seluruh anggaran tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas olahraga, tapi juga menggratiskan konsumsi dan penginapan bagi peserta serta transportasi bagi sporter yang akan menyaksikan tim kesayangannya bertanding di Jantho.

“Kami sudah berkordinasi dengan dinas terkait untuk menyiagakan sejumlah armada selama PORA. Bus-bus ini nantinya dapat mengangkut sporter untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Tidak dipungut biaya,”ujarnya.

Selama PORA, bus yang disediakan akan melayani rute Banda Aceh-Jantho yang jadwal keberangkatannya akan diatur melalui sejumlah halte. Dengan kondisi ini, lanjut Iskandar, supporter tidak saja memberi dukungan bagi timnya tapi juga mampu memeriahkan kegiatan sekaligus meramaikan Aceh Besar.

“Secara tidak langsung ini juga menghidupkan kota Jantho dan perekonomian pedagang di sana. Bus-bus ini nantinya kami harap akan membantu selama event PORA digelar, terutama mengangkut peserta maupun masyarakat. Kami berharap dukungan semua pihak, sehingga mampu menjadi tuan rumah yang baik yang memberi pelayanan maksimal bagi peserta,”pungkas Iskandar.

Kesiapan Kabupaten Aceh Besar sebagai penyelenggara PORA 2018 bukan ungkapan belaka. Hal ini setidaknya dibuktikan dengan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 171 miliar demi suksesnya event empat tahunan itu.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan total dana sebesar Rp171 miliar untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh ke XIII itu berasal dari sejumlah sumber. Selain Rp80 miliar dari bantuan keuangan Pemerintah Aceh tahun 2018, anggaran juga berasal dari KONI Aceh sebesar Rp20 miliar serta Rp21,8 miliar dari dana Otsus 2018. “Kita juga mendapat bantuan dana dari APBA 2017 sebesar Rp13,8 miliar. Sedang dari APBK Aceh Besar 2018 dana yang dialokasikan sebesar Rp1,8 miliar,” ujar Mawardi.

Mawardi Ali, Bupati Aceh Besar.

Dengan anggaran yang tersedia, Mawardi optimis penyelenggaraan PORA di Aceh Besar tahun 2018 dapat terlaksana dengan baik. “Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak dan saya berharap kerja keras dari semua pihak, khususnya panitia di Aceh Besar,” kata Mawardi.

Tak hanya itu, Mawardi berharap PORA menjadi ajang bagi Aceh untuk mencari atlit-atlit berbakat, sehingga mampu tampil di event nasional bahkan internasional. Nantinya, mereka diharap dapat mengharumkan nama Aceh di berbagai ajang tingkat nasional seperti Porwil 2019 di Bengkulu, Pra-PON, dan PON di Papua pada 2020. “Event ini kita harap mampu melahirkan atlit baru,” kata Mawardi yang didampingi Ketua Panitia PP PORA XIII, Iskandar, dan Sekum PP PORA, T Dahsya Kusuma Putra.

PELAYANAN TERBAIK
Menurut Mawardi, dengan anggaran tersebut, Pemkab Aceh Besar akan menanggung biaya seluruh kontingen PORA. Dia berharap, seluruh panitia yang terlibat dapat memberi pelayanan terbaik kepada para peserta dan tamu lainnya. “Kami yakin ini akan mendapat dukungan, terutama dari masyarakat Aceh Besar sehingga pelaksanaan PORA nantinya dapat menempatkan Aceh Besar sebagai tuan rumah yang baik,” ujar Mawardi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga telah menyampaikan kesiapannya sebagai penyelengara PORA 2018 dalam Rakornis 2017. Kesiapan tersebut disampaikan langsung Bupati Aceh Besar Mawardi Ali yang turut didampingi Ketua PP PORA XIII di hadapan perwakilan KONI dari 23 kabupaten/kota serta Pengurus Daerah (Pengda) seluruh cabang olahraga, dan pengurus KONI Aceh.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KONI Aceh H Muzakir Manaf mengingatkan agar ajang PORA 2018 di Aceh Besar terlaksana dengan baik. Hal itu mengingat PORA juga ajang seleksi bagi atlet terbaik Aceh . “Tidak hanya pelaksanaannya yang kita harap sukses, tapi ajang ini juga kita harap menjadi moment mencari bibit baru untuk menghadapi event olahraga nasional,” kata Muzakir Manaf.[***]

Komentar